Satu Warga Tewas, Satu Jembatan Amblas

JAKARTA, SIMBUR  – Curah hujan tinggi mengakibatkan banjir dan longsor di Sukabumi dan Cianjur. Sementara, Provinsi Jawa Barat pun mengalami guncangan akibat dua gempa yang melanda.

Abdul Muhari PhD, Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengatakan, seorang warga dilaporkan meninggal dunia dan satu lainnya luka-luka terdampak bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (17/2). Menurut dia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melaporkan peristiwa itu terjadi setelah hujan turun dengan intensitas tinggi disertai kondisi tanah yang labil.

“Hasil kaji cepat tim BPBD Kabupaten Sukabumi per Jumat (18/2), wilayah yang terdampak banjir telah mencakup 19 kelurahan yang tersebar di 7 kecamatan,” ungkap Muhari, Jumat (18/2).

Beberapa rumah warga, fasilitas umum dan areal persawahan yang terdampak banjir masih dalam proses pendataan di lapangan. Tim BPBD Kabupaten Sukabumi saat ini terus mengutamakan upaya penyelamatan warga terdampak dan mengevakuasinya ke lokasi yang telah ditentukan.

“BPBD Kabupaten Sukabumi juga terus berkoordinasi dengan lintas instansi gabungan seperti TNI, Polri, pemerintah kecamatan, dinas terkait dan relawan serta masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca yang menyatakan bahwa hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi hingga Minggu (20/2). Kondisi cuaca tersebut diprakirakan terjadi pada siang hari pukul 13.00 WIB hingga malam hari pukul 19.00 WIB.

Menyikapi adanya informasi prakiraan cuaca tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau kepada pemerintah daerah setempat bersama segenap unsur terkait hingga masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi adanya potensi bencana hidrometeorologi. Misalnya dengan melakukan langkah-langkah mitigasi dan pencegahan, seperti pemantauan dan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS), pembersihan sampah maupun material lain yang dapat menyumbat aliran air, monitoring kondisi tanggul, jalan dan jembatan hingga pemantauan debit air saat terjadi hujan lebat.

“Jika hujan lebat terjadi menerus hingga lebih dari 1 jam dan jarak pandang kurang dari 50 meter, maka masyarakat di sekitar lereng tebing atau sepanjang daerah aliran sungai agar evakuasi sementara hingga 1-2 jam setelah hujan berhenti,” imbaunya.

Sementara itu, Jembatan Citatang, sebagai akses penghubung jalan kabupaten di kampung Cigombong, Desa Padasuka, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat amblas. Jembatan terputus akibat tergerus derasnya aliran sungai yang mengalir di bawahnya. Peristiwa itu terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut pada Kamis (17/2) pukul 15.50 WIB.

Abdul Muhari menjelaskan, laporan visual dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, terpantau fondasi penyangga jembatan mengalami kerusakan dan sebagian lenyap karena tergerus oleh derasnya aliran sungai yang bercampur lumpur. “Kendati tidak menimbulkan jatuhnya korban jiwa, namun akses mobilitas masyarakat menjadi terganggu,” ungkap Muhari melalui siaran pers yang diterima redaksi, Jumat (18/2).

Sebagai respons cepat dari persitiwa tersebut, lanjut Muhari, BPBD Kabupaten Cianjur telah melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk pemerintah desa setempat. “BPBD Kabupaten Cianjur dibantu warga setempat bergotong-royong membuat jembatan darurat dari bambu sebagai penghubung akses sementara,” ujarnya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca yang menyatakan bahwa Kabupaten Cianjur berpotensi mengalami hujan dan dapat disertai petir serta angin kencang antara siang hingga malam hari, terhitung sejak hari ini hingga Sabtu (19/2). “Selain Kabupaten Cianjur, BMKG juga menyebutkan wilayah lain di Provinsi Jawa Barat yang juga berpotensi mengalami kondisi yang serupa,” terangnya.

 

Dua Gempa Guncang Jawa Barat

 

Guncangan gempa dirasakan warga di wilayah Provinsi Jawa Barat, Jumat (18/2) dini hari tadi. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa terjadi di dua titik berbeda. Gempa pertama terjadi di wilayah Garut dengan magnitude (M)2,7 pukul 01.30 WIB.

Pusat gempa berada pada 30 Kilometer (km) barat daya Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, dengan kedalaman 2 km. Sedangkan gempa kedua terjadi di wilayah Pangandaran dengan M5,3 pukul 02.50 WIB. “Pusat gempa berada pada 249 Km barat daya Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat, dengan kedalaman 10 km,” ungkap Muhari.

Dia mengatakan, berdasarkan pemodelannya, kedua gempa tersebut tidak memicu terjadinya tsunami. Namun demikian, para warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. “Hingga kini Pusdalops BNPB masih memantau dan melakukan koordinasi dengan BPBD setempat guna mendapatkan informasi terkini di lokasi kejadian,” terangnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya gempa. “Pengetahuan mengenai lokasi titik kumpul terdekat juga harus tersampaikan keseluruh lapisan masyarakat untuk meminimalisir ancaman bahaya gempa bumi,” tutupnya.(red)