- Sita 4 Ton Timah Ilegal Senilai Rp1,7 Miliar di Pangkalpinang
- Dilanda Kekeringan, Sejumlah Daerah di Indonesia Kekurangan Air Bersih
- Peringati Hari Bhayangkara Ke-80, Optimistis Kepercayaan Publik terhadap Polisi Terus Meningkat
- Dewan Pertimbangan SMSI Pusat Taufiequrachman Ruki Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo pada Hari Bhayangkara ke-80
- Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Sumsel Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Angin Kencang Terjang Sepuluh Pemukiman Warga di Sumbawa
JAKARTA, SIMBUR – Angin kencang menerjang Desa Supukur di Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Jumat (15/10) Pukul 17.00 WITA. Fenomena alam ini terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi disertai angin yang mengakibatkan sejumlah pemukiman warga mengalami rusak.
Abdul Muhari PhD, Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa menginformasikan terdapat 10 rumah terdampak dengan kategori rusak sedang. Keadaan ini terlihat dari bagian atap rumah warga yang terlepas saat angin kencang menerjang. “Fenomena ini juga mengakibatkan warga yang terdampak mengungsi ke rumah kerabat terdekat,” terang Muhari, Sabtu (16/10).
Merespons kejadian ini, BPBD Kabupaten Sumbawa telah melakukan pendataan, monitoring, dan melakukan koordinasi lintas instansi untuk melakukan penanganan darurat. “Lokasi kejadian yang merupakan pegunungan, menjadi salah satu kendala dalam pendistribusian logistik saat ini,” jelasnya.
Sementara itu, tim gabungan dan masyarakat setempat bergotong royong untuk melakukan pemotongan atau pembersihan pohon-pohon tumbang yang menghalangi ruas jalan.
Berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menyebutkan wilayah Sumbawa memiliki potensi terjadinya hujan yang dapat disertai angin kencang hingga Minggu (17/10).
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca peralihan musim yang memicu terjadinya bahaya hidrometeorologi. Masyarakat juga dapat memantau informasi prakiraaan cuaca melalui info BMKG serta memeriksa potensi bencana disekitar wilayah melalui InaRisk.(red)



