- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
PTM Dibagi Dua Sesi, Jam Belajar Ditambah
PALEMBANG, SIMBUR – Dinas Pendidikan merencanakan jika sampai akhir Oktober mendatang kondisi dalam keadaan baik dan aman. Karena itu, proses pembelajaran tatap muka (PTM) akan dijadikan 2 sesi dengan jam pembelajar yang akan ditambah. “Tentunya hal ini mengacuh pada kegiatan percepatan vaksinasi kepada peserta didik yang dilakukan di 99 sekolah secara massal,” Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda, saat meninjau pelaksanaan vaksin di SMP Negeri 13 Palembang, Selasa (12/10).
Wawako mengharapkan kepada seluruh wali murid khususnya SMP dan juga SD yang mungkin anak-anaknya sudah berusia 12 tahun + 2 hari tanpa harus menunggu vaksinasi dari sekolah secara massal lagi. “Ya, harusnya wali murid juga untuk berpartisipasi mengantarkan anaknya untuk mendapatkan vaksin sehingga pencapaian-pencapaian atau tanda-tanda sekarang sudah 50% secara keseluruhan dari 1,2 juta jiwa,” tegasnya.
Target akhir tahun, lanjut Wawako, sampai akhir Oktober itu harusnya sudah sampai 70% dengan keinginan sampai akhir tahun sampai dengan 100%. Oleh karena itu kesadaran dari seluruh warga masyarakat sangat kami tunggu. “Partisipasinya sangat kami nantikan supaya nantinya pelaksanaan vaksinasi ini betul-betul sesuai pencapaian,” ujar Wawako.
Sekarang, lanjut Wawako, Palembang masih zona kuning ya masih level 2. Akan tetapi, kalau seandainya seluruh vaksinasi ini betul-betul bisa sesuai target harapan paling tidak paling tidak ya sampai akhir tahun nanti sudah zona hijau ya. “Pada pelaksanaan sudah 100% sehingga kehidupan bisa lebih normal kembali,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Ahmad Zulinto menambahkan, jika Oktober kondisi baik dan aman, maka sistem pembelajaran dijadikan 2 sesi dengan jumlah jam belajar kita tambah 1-3 jam. “Ini akan kami observasi terlebih dahulu. Kami lihat sampai November dan akhir Desember. Bila tidak ada masalah maka direncanakan penambahan lagi jam belajarnya menjadi 3 hari lagi 2 hari.(kbs/rel)



