Pamit Mandi saat Jam Sekolah Online, Siswa Hanyut di Sungai Dekat Depot Pasir

PALEMBANG, SIMBUR – Warga di pinggiran sungai dan depot pasir Jembatan Musi II, Kecamatan Gandus, Jalan Syakyakirti, Kelurahan Karang Jaya, dihebohkan dengan kejadian hanyutnya seorang bocah. Bocah malang tersebut atas nama MZ (12) siswa SMP negeri di Lorong Pancasila, Gandus.

MZ sendiri tinggal di Jalan PDAM, Lorong Sepakat, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Gandus. Dikatakan R (12) teman MZ sejak SD, kejadian hilangnya bocah ini sekitar pukul 09.00 WIB, Kamis (19/8).

Idak biso berenang. Olehnyo pas di kolam dak biso renang. Masih sekolah tapi online, tidak biasa main di pinggir sungai, bajunya ketemu jadi barang bukti,” katanya kepada Simbur.

Dikatakan Murni, keponakannya memang masih SMP. “Tidak bisa berenang, ini masih dicari,” ujarnya.

MZ anak sulung dari dua bersaudara ini awalnya menurut keterangan keluarga di lokasi pencarian, akan mandi bertiga dengan temannya. “Tadi mau mandi bertiga, dua kawannya pulang, dia tidak pulang. Itu ibunya yang nunggu Kokom, sama ayahnya Mail masih nunggu,” kata salah satu keluarga perempuan MZ.

Pantauan Simbur, Tim Sar Basarnas, Sat Polairud dan Kepolisian turun di lokasi untuk melakukan pencarian bersama warga dan nelayan di sekitar Sungai Musi 2. Diketahui kondisi malam ini air sedang pasang, dan deras dibagian dalam permukaan sungai.

Muhammad Haris selaku Humas Basarnas Palembang di lokasi kepada Simbur mengatakan, pihaknya menurunkan 7 personel dibantu Sat Polair Polrestabes Palembang melakukan pencarian. “Kami hari ini berupaya melakukan pencarian, akan melakukan penyisiran kearah hilir Sungai Musi 2. Pencarian akan dilakukan sampai malam sepertinya dengan Dantim Anton. Kejadiannya baru dilaporkan pukul 17.00 WIB, dan 15 menit kemudian kami bergerak ke lokasi, kita temukan baju milik MZ di lokasi juga,” ungkapnya. (nrd)