- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
- Protes Meluas, Warga Banyuasin Kesulitan Air Bersih
- Komitmen Indonesia-Unicef Dukung Pemenuhan Hak Anak
- PWI Pusat Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik Masuk Revisi UU Hak Cipta
Pulihkan Ekonomi, Pastikan Manusia Selamat dari Pandemi
SEKAYU, SIMBUR – Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dr H Dodi Reza Alex Noerdin menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Republik Indonesia (RI). Peringatan dipusatkan di halaman pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Selasa (17/8/2021) pagi.
Dengan menerapkan protokol kesehatan, peserta upacara yang terdiri dari unsur TNI/Polri, BPBD, Sat Pol PP, Dinas Perhubungan dan beberapa ASN Korpri terlihat hadir terbatas, namun tidak menjadi penghalang atau menyurutkan semangat mereka dalam mengikuti Upacara Peringatan HUT ke-76 Republik Indonesia tersebut.
Bupati Dodi Reza ditemui usai upacara menyampaikan bahwa Upacara Peringatan Ulang Tahun ke-76 Republik Indonesia tahun ini memberikan makna yang luar biasa bagi bangsa Indonesia, terutama untuk Indonesia Tangguh dan Indonesia Tumbuh. “Untuk mewujudkan Indonesia tangguh dan Indonesia tumbuh butuh kebersamaan dari semua,” ucap Dodi.
Dodi mengatakan, bangsa Indonesia sedang menghadapi bencana COVID-19. Oleh karenanya, butuh kebersamaan dan kekuatan bersama dari rakyat bersaima pemerintah dalam menghadapi bencana ini. “Presiden telah banyak menginstruksikan untuk melakukan hal yang terbaik dalam pemulihan ekonomi dan memastikan manusianya diselamatkan,” ungkapnya.
Dodi menyebutkan, semangat juang harus dipertahankan, kalau dulu berjuang melawan penjajah namun sekarang bangsa Indonesia sedang berjuang melawan wabah COVID-19 dan ketidakstabilan ekonomi yang ada sampai ke daerah. “Oleh karena itu momen HUT ke-76 RI ini sesuai dengan amanat Presiden RI bahwa, semangat juang dan juga faktor kesiapan bagaimana menghadapi keadaan dan memulihkan ekonomi masyarakat dengan mengingat jejak-jejak pejuang para pahlawan terdahulu, harus selalu dihidupkan dan ditimbulkan dari tingkat pusat sampai daerah, mudah-mudahan menjadikan bangsa kita, bangsa yang kuat lagi, dengan semangat juang 45 untuk memulihkan keadaan ekonomi dan kesehatan masyarakat,”pungkasnya.
Bupati berpesan kepada masyarakat Kabupaten Muba, maknai kemerdekaan ini sebagai bentuk kekuatan bersama. “Mari selalu bersyukur dan memohon ampun kepada yang maha kuasa atas segala anugerah dan apa yang telah terjadi di negara kita ini,” imbaunya.
Sebanyak 1.203 Penyandang Disabilitas Dapat Rp250 Ribu, Diberi selama 5 Bulan
Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA tak hanya mengajak semua unsur dan pihak untuk tangguh ditengah kondisi pandemi saat ini, namun juga mencari jalan keluar penyeimbang lainnya agar warga masyarakat tetap berkecukupan untuk kehidupan sehari-hari. Pada momentum HUT RI k-76 kali ini Bupati Dr Dodi Reza juga mengucurkan bantuan kepada sebanyak 1.203 penyandang disabilitas.
“Untuk penyandang disabilitas mendapatkan bantuan dari pak Bupati sebesar Rp250 ribu per bulan dan akan didapatkan selama lima bulan ke depan mulai dari Juli 2021 sampai November 2021 dan sudah siap dibayarkan untuk 2 bulan yaitu Juli dan Agustus,” ungkap Plt Kadinsos Muba, Ibnu Saad SSos MSi.
Ia mencatat, ada sebanyak 1.203 penyandang disabilitas di Muba yang mendapatkan bantuan uang tunai tersebut. “Uang bantuan pak Bupati tersebut dalam bentuk tabungan di Bank,” ulasnya.
Untuk kriteria penyandang disabilitas yang diberi bantuan tersebut, lanjutnya, yakni Tuna Netra, Tuna Daksa, dan Tuna Grahita. Sedangkan untuk LVRI Muba mendapatkan bingkisan kemerdekaan.
Sementara itu, Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin mengatakan agar bantuan tersebut dapat dipergunakan sebaik mungkin. “Manfaatkan sebaik mungkin untuk kebutuhan sehari-hari,” ucap Kepala Daerah Inovatif Indonesia ini.
Dodi Reza juga tak lupa mengajak para penyandang disabilitas serta LVRI di Muba untuk terus mematuhi prokes COVID-19. “Selain itu terus jaga kesehatan, kita berharap agar selalu diberi kesehatan,” tandasnya.
Pada kesempatan tersebut juga diberikan secara simbolis Penghargaan Satyalencana Karya Satya X tahun, XX tahun, dan XXX tahun bagi ASN Pemkab Muba, Pemberian penghargaan kepada personil Sat Res Narkoba Polres Muba atas kasus ungkap Kasus Narkoba di Kabupaten Muba serta penyerahan simbolis remisi bagi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Sekayu. Narapidana itu mendapatkan remisi atau pengurangan masa tahanan yang bervariatif. Total narapidana yang menerima remisi 685 narapidana, 11 orang diantaranya dinyatakan bebas usai menerima remisi di hari kemerdakaan.
Wabup Pimpin Upacara Penurunan Bendera Merah Putih
Sementara itu, Wakil Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi menjadi Inspektur Upacara Penurunan Bendera Merah Putih dalam Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 tahun, yang dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati Muba, Selasa sore (17/8/2021) pukul 17.00 WIB.
Bertindak selaku Perwira Upacara Kabag OPS Polres Muba Kompol Zulkifli SH MH, Komandan Upacara Kasat Lantas Polres Muba AKP Sandi Saputra SIP, Komandan Pasukan Paskibraka Kanit Unit I Satreskrim Polres Muba IPDA Nasirun SH, dan Pembawa Baki Bendera Merah Putih Aisyah Tiroy dari SMA Negeri 2 Sekayu.
Usai pimpin upacara Penurunan Bendera Merah Putih, Wakil Bupati Muba Beni Hernedi menyampaikan di tahun ini negara Indonesia masih dihadapkan dengan pandemi COVID-19. “Di bulan Agustus ini dimana bangsa kita memperingati 76 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Nah, tentu suasana seperti ini memang tidak melaksanakan upacara seperti ditahun-tahun sebelumnya. Kita harus membatasi diri dengan memperhatikan protokol kesehatan, bagi seluruh masyarakat bangsa ini terutama Kabupaten Muba yang memang mengikuti kegiatan Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 tahun,” ujar Wabup, Beni Hernedi.
Wabup Muba berharap dengan kondisi pandemi COVID-19 ini kita tidak menyurutkan semangat juang kita dalam rangka mengisi kemerdekaan. “Di sisi lain tentu semangat kemerdekaan ini tidak boleh pudar, apa pun tantangan yang kita hadapi saat ini terutama dalam kondisi pandemi COVID-19 yang dimana kita tidak bisa memprediksi kapan berakhir dan juga kita dihadapkan dengan kelemahan ekonomi bangsa kita ini. Dengan harapan tentu kita bersama masyarakat harus saling bahu membahu, merapatkan barisan untuk bersama-sama menghadapi tantangan ini,” harapnya.(red/rel)



