- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Target Produksi 5 Juta Ton Beras
PALEMBANG, SIMBUR – Produksi lahan pertanian di Sumsel baru 2,7 juta ton beras. Ke depan ditargetkan menjadi 5 juta ton. Dari 5 besar tingkat nasional bisa bergeser menjadi 3 besar penghasil pangan nasional.
Demikian disampaikan Gubernur Sumsel H Herman Deru, didampingi Danrem 004/Gapo Brigjen Jauhari Agus dan Kadis Pertanian Sumsel R Bambang Pramono, Kamis (15/7/21) pukul 15.00 WIB.
“Ada transformasi kedisiplinan juga kami minta dari TNI kepada stakeholder pertanian Dinas sampai PPL, disiplin dalam waktu pengolahan, disiplin dalam waktu pemupukan, disiplin mempertahankan loses yang rendah,” harap Deru.
Seperti disiplin pembagian air, karena air ini menjadi cara untuk meningkatkan produksi kita. Air itu penting bahkan petugas penjaga air juga akan dihargai hingga PNS. “Di luas lahan seluas 49 ribu hektare ditambah lagi outlaw 25 ribu hektare di OKU Timur. Kita bekerja efektif dan disiplin, Sumsel saat ini peringkat 5 tingkat nasional, bisa lebih baik lagi, menjadi masuk 3 besar nasional,” tegasnya.
Wilayah diprioritaskan yakni di food estate meliputi Kabupaten Banyuasin, Ogan Ilir, OKI, OKU Selatan dan Kabupaten OKU Timur. “Tidak ada tender langsung MoU, sebelumnya kita produksi 2,7 juta ton, kita ingin tembus 5 juta ton, masuk 3 besar nasional,” tukas eks Bupati OKU Timur ini.
Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Jauhari Agus kepada Simbur mengatakan, untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian, maka semua anggota dilibatkan dari mulai tingkat Kodam, Kodim, Korem dan Babinsa, untuk optimalisasi lahan.
“Kami membantu secara teknis dan operasional di lapangan untuk 5 daerah ini. Kami akan belajar masalah terjadi di tiap diwilayah, kebutuhan masyarakat apa, baru optimalisasi produksi sawah. Targetnya meningkatnya produktivitas pangan di Sumsel saat ini 5 besar, diharapkan masuk 3 besar nasional,” tegas jenderal bintang satu ini.
“Lima juta ton pangan ini, kita targetnya tidak sampai akhir Desember, baik pembukaan lahan baru, hingga peningkatan intensitas produksi yang sudah ada,” tukasnya.
Kadis Pertanian Sumsel Dr R Bambang Pramono MSi juga menegaskan saat ini menghasilkan 2,7 ton beras dan gabah kering ditingkatkan naik 5,7 ton. “Selama 3 tahun 4 tahun kedepan semoga terelalisasi. Food estate tidak ada cetak lahan, namun optimalisasi lahan. Dengab anggaran Rp 125 miliar ditambah 306 miliar dari Kementan,” tanggapnya.
Terkait acuan kesuksesan program ini, terjadi peningkatan produksi. “Kegiatannya sudah dimulai ditanggal 6 Juli kemarin, kita launcing Sumsel mandiri benih, jadi tahun 2024 mandiri benih dan targetnya food estate Sumsel,” cetusnya. (nrd)



