- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Bupati Minta Daging Kurban Dibungkus Pelepah Pinang dan Daun Pisang
SEKAYU, SIMBUR – Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA meminta seluruh petugas pembagian daging kurban di Kabupaten Muba menggunakan pelepah pinang dan dedaunan. Misalnya, daun pisang, daun jati ataupun anyaman bambu untuk wadah daging kurban yang akan dibagikan ke warga.
Pelepah pinang dan daun pisang digunakan sebagai pengganti kantong plastik agar Muba tetap ramah lingkungan sebagaimana yang telah digencarkan Bupati Dodi Reza selama ini.
“Jadi saya minta seluruh petugas kurban di Muba manfaatkan pelepah pinang dan daun pisang untuk wadah daging kurban. Selain ramah lingkungan menghemat pengeluaran panitia kurban, bisa juga gunakan daun jati atau anyaman bambu. Prinsipnya bahan yang ramah lingkungan pengganti kantong plastik,” ungkap Kepala Daerah Inovatif tersebut.
Ketua Umum Kadin Sumsel ini juga menambahkan, pelepah pinang dan daun pisang di Muba sangat banyak. Saat ini bertahap rumah makan di Muba berangsur memanfaatkan pelepah pinang sebagai pengganti stryofoam wadah makanan.
“Sekarang juga kerajinan pelepah pinang dari Muba sudah banyak pesanan dari luar provinsi yang sebagian dimanfaatkan oleh restoran dan rumah makan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Muba Drs Apriyadi MSi menyebutkan Pemkab Muba akan meminta seluruh petugas kurban pada perayaan Idul adha 1442 H kali ini membagikan daging kurban secara door to door. “Saat ini masih pandemi, jangan sampai ada kerumunan. Jadi, daging kurban nantinya dibagikan panitia kurban door to door atau rumah ke rumah,” terangnya.
Dodi menambahkan, setiap titik lokasi pelaksanaan penyembelihan kurban wajib disiapkan tempat cuci tangan dan seluruh panitia wajib mematuhi prokes Covid-19. “Panitia harus tegas, larang warga menyaksikan penyembelihan hewan kurban agar tidak terjadi kerumunan,” pungkasnya.(red/rel)



