Lulusan Mampu Hasilkan Layanan Jasa dan Produk Kreatif Bahasa Indonesia

PALEMBANG, SIMBUR – Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (FKIPB) Universitas Bina Darma mengikuti Workshop Kurikulum KKNI, OBE, IABEE, menuju Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Pembicaranya Rahmad Widya Sembiring SE MSc PhD dari Politeknik Negeri Medan. Kegiatan digelar secara virtual melalui zoom meeting, Jumat (9/7) pukul 13.00 WIB.

Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIB UBD, Ayu Puspita Indah Sari MPd mengatakan, pihaknya mengikuti workshop tersebut untuk meningkatkan capaian lulusan yang diharapkan sesuai visi dan misi. “Tentang visi, misi dan capaian pembelajaran (CP) program studi (prodi),” ujar Ayu saat menyampaikan inti presentasi berdasarkan hasil diskusi dengan tim. Hasil diskusi tim, lalu disampaikan kepada pembicara, Jumat (9/7).

Dikatakannya, capaian pembelajaran (CP) atau dikenal dengan istilah learning outcomes merupakan internasilisasi dan akumulasi ilmu pengetahuan, pengetahuan, keterampilan, afeksi, dan kompetensi yang dicapai. “Tentu saja melalui proses pendidikan yang terstruktur dan mencakup suatu bidang ilmu/keahlian tertentu atau melalui pengalaman kerja,” jelasnya.

Ayu menjelaskan, capaian pembelajaran Prodi PBI terdiri dari sikap dan tata nilai, pengetahuan, keterampilan umum, dan keterampilan khusus. “Lulusan PBI diharapkan mampu menghasilkan layanan jasa dan produk kreatif dalam bidang bahasa dan sastra Indonesia, serta pembelajarannya,” terangnya.

Masih kata Ayu, visi Prodi PBI menjadi pusat pendidikan, pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang unggul di bidang Pendidikan Bahasa Indonesia yang berorientasi pada teknologi informasi, berstandar internasional, berbasis karakter bangsa pada 2025. Adapun misinya, antara lain menjadikan
Pendidikan Bahasa Indonesia berbasis teknologi, informasi untuk mempersiapkan lulusan yang terampil serta profesional. “Profil lulusan Pendidikan Bahasa Indonesia adalah pendidik, peneliti, dan wirausaha bidang bahasa Indonesia serta pembelajarannya,” paparnya.

Selanjutnya, misi menyiapkan pendidikan berstandar internasional dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten di bidang bahasa Indonesia. Menyediakan pendidikan Bahasa Indonesia bagi penutur asing. Melakukan penelitian berbasis teknologi, informasi, dan seni untuk pengembangan ilmu pengetahuan di bidang bahasa Indonesia. “Melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan upaya pengembangan dan penerapan hasil penelitian atau kajian bidang bahasa Indonesia berbasis karakter bangsa.

Sementara itu, Rahmad Widya Sembiring SE MSc PhD menerangkan, OBE merupakan filosofi dan model pendidikan yang sistem pembelajarannya didasarkan pada serangkaian capaian pembelajaran (CP) yang diharapkan yang telah ditetapkan sebelumnya. Menurut dia, CP merupakan serangkaian nilai atau atribut tentang apa yang harus dicapai dan dikuasai oleh pembelajar setelah menyelesaikan suatu tahap pembelajaran tertentu. Tiga jenis CP meliputi pengetahuan dan keterampilan dalam disiplin; keterampilan umum; dan sikap dan nilai.

Dia menambahkan, ada empat alasan mengapa OBE perlu diterapkan pada KKNI. Pertama, sistem pendidikan harus akuntabel, karena dananya berasal dari masyarakat. “Akuntabilitas ditunjukkan oleh mutu lulusan dan mutu ilmu pengetahuan bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Masyarakat, tambah dia, perlu mengetahui kinerja PT melalui akreditasi, karena memberi informasi yang obyektif. Pengakuan timbal balik berperan penting dalam peningkatan daya saing dan mobilitas. “OBE menyediakan mekanisme untuk pengakuan internasional yang obyektif,” tegasnya.

Selain Prodi PBI, prodi dari Universitas Bina Darma yang mengikuti workshop tersebut yakni Teknik Industri, Sistem Informasi, Teknik Informatika. Di samping ada juga wakil dari Teknik industri Universitas Katolik Musi Charitas (UKMC). (kbs/rel)

Share This: