KBM Tatap Muka, Maksimal 80 Persen Guru Wajib Divaksin

# Prokes Ketat dan Fasilitas Lengkap

SEKAYU, SIMBUR – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin tengah mengkaji persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran 2021/2022 di masa pandemi Covid-19. Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Muba Drs H Apriyadi MSi menyimpulkan, terkait KBM tatap muka ia mengimbau kepada camat untuk melakukan rapat koordinasi yang menghadirkan kepala desa, pimpinan puskesmas juga pihak sekolah untuk menyampaikan persiapan sekolah tatap muka.

“Kami uji coba SD dan SMP sementara PAUD ditunda terlebih dahulu. Syaratnya juga maksimal 80% guru harus sudah divaksin,” ujar Sekda rapat persiapan KBM tatap muka di Ruang Rapat Serasan Sekate, Kamis (1/7).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muba Musni Wijaya SSos MSi mengatakan, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk dapat menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Di antaranya, ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan, seperti toilet dan tempat cuci tangan, mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan, kesiapan menerapkan wajib masker, dan memiliki thermogun. Rencana sekolah tatap muka terbatas di Muba ini hanya untuk tingkat SD dan SMP.

“Untuk rencana pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM), paling lambat 8 Juli 2021 seluruh camat melaporkan ke Bupati Muba hasil inventarisasi kesiapan sarana dan prasarana protokol kesehatan Covid-19 pada satuan pendidikan di masing-masing kecamatan dan merekomendasikan sekolah-sekolah yang layak untuk melakukan KBM tatap muka, dan proses persetujuan Bupati pada 13 Juli 2021,” tutur Musni.

Dasar kebijakan tersebut yakni atas keputusan bersama (SKB) empat Menteri, Kemendikbud, Kemenag, Kemenkes, dan Kemendagri, Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 tahun 2021, Nomor HK.01.08/Menkes/4242/2021, Nomor 440-717 tahun 2021 tanggal 08 April 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

Sementara itu, Camat Babat Toman Alpan Husin SKM MM menyatakan siap, dan pihaknya akan melakukan pendataan kelayakan SD dan SMP mana saja yang layak melakukan KBM tatap muka.

“Nanti kami akan segera reformasi mulai dari rapat tingkat sekolah, tingkat kecamatan baru nanti akan kami laporkan kepada Bupati tentang kesiapan untuk yang lain pada prinsipnya kami siap untuk melaksanakan ini,” tandasnya.(red/rel)