- Karhutla Meluas ke Kawasan Gunung di Jawa Timur
- Tim Penyuluh Gabungan TNI Sosialisasi Karhutla di Bangka dan Lahat
- Kasdam II/Swj Dampingi Dankodiklat TNI Tinjau Latgabma Super Garuda Shield 2026 Materi Airbone di Puslatpur Kodiklatad Baturaja
- Terdeteksi 242 Lokasi Karhutla di Muba, Gubernur Sumsel: Mayoritas Terjadi di Lahan Terbengkalai
- Penanganan Karhutla Jambi, Perkuat Sekat Bakar dan Pendinginan
Tuntaskan Proyek Mangkrak di Sumsel
PALEMBANG, SIMBUR – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru menegaskan Pemprov akan berupaya segera merampungkan sejumlah pembangunan infrastruktur mangkrak yang ada di Sumsel, khususnya di Kota Palembang seperti pasar Cinde dan Islamic Center. Tidak hanya itu, dia juga akan melakukan penataan ulang Sungai Musi agar memiliki daya tarik sehingga mendongkrak potensi pariwisata di Bumi Sriwijaya.
“Pasar Cinde rencananya akan kami (Pemprov Sumsel) ambil alih. Selama tiga tahun mangkrak pembangunannya dan kontak dengan kontraktor juga telah berakhir. Ini harus kami selesaikan karena menimbulkan kesusahan bagi para pedagang,” kata Herman Deru, Rabu (2/6) malam.
Sementara, Islamic Center, jika dilihat potensinya saat ini belum bisa dilakukan pengerjaan lantaran masih dalam proses hukum. Kemungkinan, Islamic Centre yang sedianya berada di kawasan Jakabaring tersebut akan berpindah lokasi.
“Meskipun ada dana pembangunannya namun tidak disarankan untuk dilanjutkan dulu. Saat ini masih dalam proses hukum. Kemungkinan bisa dibangun di lokasi lain,” katanya.
Agar memiliki ciri khas tersendiri, Herman Deru menagih janji Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk mendesain bagunan pasar Cinde maupun Islamic Centre tersebut.
Kendati begitu, desain tersebut harus dibangun sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) tentang arsitektur bangunan gedung berornamen budaya yang belum lama ini disahkan. “Tentu harus mengacu dengan perda. Saya minta Kang Emil untuk mendesain, karena beliau pernah berjanji dan memang beliau arsitek,” katanya.
Termasuk juga dengan desain wisata Sungai Musi. Hal itu dilakukan agar seluruh tempat wisata maupun arsitek bangunan dan gedung di Sumsel memiliki ciri khas. “Ini memang harus ada sentuhan seni agar ada ciri khas yang menunjukkan jati diri Sumsel. Namun hal ini adalah janji yang pernah disampaikan Kang Emil untuk membantu desain tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, siap membantu untuk mendesain sejumlah tempat tersebut. Apalagi, hal itu merupakan janjinya sesaat setelah dilantik sebagai Gubernur Jawa Barat. “Ini memang utang saya. Namun saya akan melihat tempat tersebut dulu. Tentu saya siap membantu,” katanya.
Tidak hanya itu, dia mengungkapkan ketakjubannya terhadap kemajuan pesat di Sumsel saat ini. Terlebih, tak lama lagi kampus IPDN akan berdiri di Sumsel. “Saya turut bangga. Apalagi kampus IPDN akan dibangun disini. Tentu ini sebuah kemjuan pesat dan tentu saya akan mendukung,” pungkasnya.(kbs)



