Rusaknya Ekosistem Sungai Tidak Boleh Terulang

PALEMBANG, SIMBUR – Forum Koordinasi Daerah Aliran Sungai (Forum DAS) Sumsel periode 2021-2026 diresmikan Gubernur Sumsel H Herman Deru. Peresmian berlangsung virtual di Griya Agung Palembang, Jumat (7/5).

Gubernur mengakui bahwa selama ini hampir lalai, dalam memerhatikan aliran sungai ini, yang ternyata banyak pihak bertanggung jawab untuk DAS ini.  “Yang tidak berpikir terkait analisis dampak lingkungan atau amdal. Tidak boleh mengulang lagi kejadian rusaknya ekosistem alam sungai ini,” harapnya.

Diketahui, ada 85 IPPKH atau izin peminjaman lahan kawasan hutan dan sungai ini ikut bertanggung jawab di sepanjang DAS Batang Hari Sembilan. “Dan ini kita lalai, baik dari reboisasi dan rekonstruksinya, dampaknya negatif. Paling dikhawatirkan adalah pendangkalanya, sebab biayanya mahal untuk normalisasi. Dan parahnya lagi anak cucu kita, suatu saat tidak menyaksikan sungai lagi, ekositemnya dan ikannya,” cetusnya.

Deru menegaskan maka pengurus Forum DAS harus agresif, bekerja dari investisigasi amdal hingga penanaman kembali atau reboisasi.

Di tempat yang sama, Direktur Kriminal Khusus Polda Sumsel Kombes Pol Anton Setiawan SIk menyebutkan, Forum DAS Sumsel ini sangat vital fungsinya dalam mengawasi dan menjaga keberlangsungan ekosistem dan aneka satwa di sepanjang daerah aliran sungai di Sumsel.

“Dengan terjaganya DAS, maka sumberdaya sungai ini bisa memberikan manfaat ekologi dan ekonomi. Forum ini terdiri Pemda, Akademisi dan Pakar hingga masyarakat yang terlibat di dalamnya,” ungkapnya.

Bupati Lahat Cik Ujang mengatakan, Sungai Lematang salah satu DAS yang harus dijaga kelestariannya sebagai warisan masa depan.  “Kami juga punya Sungai Lematang. Di sini banyak masyarakat mengantungkan pencarian. Baik itu dari ikannya, kekayaan batuannya, hutannya hingga daya taris wisata alam. Maka kami akan membantu Forum DAS ini bekerja,” tanggapnya.  (nrd)

Share This: