- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Tanggung Biaya Cuci Darah
OKI, SIMBUR – Peningkatan pelayanan kesehatan, terus dilakukan Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Kayuagung, terutama pasien yang menderita gagal ginjal sehingga harus menjalani cuci darah.
Salah satunya, mengembangkan pelayanan Hemodialisis atau Hd, untuk pengobatan penyakit gagal ginjal, pelayanan ini diresmikan Bupati OKI Iskandar SE, Selasa (20/4/21) pagi.
“Upaya kita ini untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Warga OKI tidak perlu jauh-jauh untuk melakukan cuci darah, karena sudah ada di RSUD Kayuagung”, kata Iskandar.
Hemodialisis atau cuci darah merupakan metode yang dianjurkan bagi penderita gagal ginjal, untuk memiliki harapan sembuh. Kini, RSUD Kayuagung telah menyediakan layanan dialisis berstandar internasional dari Fresenius Medical Care yang berpusat di Jerman.
Fresenius merupakan perusahaan penyedia alat kesehatan dan penyelenggara layanan kesehatan di dunia yang bergerak di bidang dialisis. “Memang cuci darah ini mahal namun Alhamdulilah sudah ditanggung oleh BPJS yang dananya juga berasal dari dana sharing Pemkab OKI khusus bagi warga yang kurang mampu” beber Iskandar.
Iskandar juga menekankan pentingnya masyarakat untuk menjaga Kesehatan. Tentu dari pada kita harus berobat, menjaga kesehatan jauh lebih penting. Selain cuci darah ke depan, RSUD Kayuagung akan meningkatkan layanan bedah lasik prosedur bedah mata dengan teknologi laser dan pasien BPJS tidak dikenakan biaya cuci darah.
Siti Maslia (40) salah satu pasien yang menjalani cuci darah, mengatakan tengah berjuang melawan penyakit yang sudah 3 tahun ia rasakan.
“Saya sempat terpukul, waktu dokter mengatakan saya harus melakukan cuci darah seumur hidup. Biaya yang mahal yang dikhawatirkan,” ungkapnya. Mulai cuci darah mulai 2018. mulai cuci darah dan rutin sampai sekarang di rumah sakit Palembang,” ungkapnya.
Warga Desa Benawe, Kecamatan Teluk Gelam, OKI, keseharianya bertani itu, sebelumnya takut karena tidak memiliki biaya. Jika harus terus cuci darah. Apa lagi harus jauh-jauh ke Palembang. Tentu banyak biaya yang harus dikeluarkan.
“Tapi waktu tahu cuci darah gratis, saya langsung lega. Ternyata cuci darah bisa pakai BPJS (Kartu Indonesia Sehat). Alhamdulillah sekali saya tertolong,” timpalnya.
Siti mengatakan selain cuci darah yang kini dijamin Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat atau JKN-KIS. Layanannya juga semakin dekat, karena sudah ada di RSUD Kayuagung.
“Bersyukur ikut JKN-KIS, semua biaya ditanggung termasuk obatnya. Terimaksih juga kepada Bupati OKI, saya sudah bisa lakukan cuci darah yang tidak jauh lagi” tukasnya.
dr Asri Dirut RSUD Kayuagung mengatakan, layanan cuci darah berstandar internasional ini, memang disediakan bagi pasien umum dan pasien BPJS Kesehatan.
“Layanan Kesehatan ini diperuntukan bagi masyarakat, jadi semua pasien BPJS dengan senang hati kami terima. Cuci darah masih terbilang mahal, untuk sekali tindakan. Biayanya berbeda-beda, tergantung dari tingkat fasilitas kesehatannya,” cetus Asri.
Sebuat saja butuh uang Rp 737.700 untuk klinik Hd (hemodialis) tipe D. klinik di luar rumah sakit tipe D. Ada lagi rumah sakit tipe C itu sekitar Rp 825.000, kelas B sekitar Rp 935.000, kelas A antara sekitar Rp 1.000.000. (red/rel)



