- Sebarkan "Virus" Perdamaian dan Riding Skuter di Palembang, Slank Bakal Rilis Album Terbaru pada 5 Juni 2026
- Buronan Kasus Pelecehan Seksual Ditangkap di Rumah Tetangga
- Olahraga Bersama Insan Media, Kodam II/Sriwijaya Turut Menjaga Ketahanan Informasi Nasional
- Pangdam II/Swj Ambil Sumpah 1.583 Tamtama Remaja, Kasad: Perkuat Batalyon Teritorial Pembangunan
- Tinjau Koperasi Merah Putih di Lahat, Apresiasi Pembangunan dan Dorong Ekonomi Lokal
Angka Kemiskinan Turun 2,55 Persen
BANYUASIN, SIMBUR – Bupati Banyuasin H Askolani SH MH menegaskan, angka kemiskinan di Banyuasin turun 2,55% dari tahun 2009-2020, dalam Musrembang perubahan RPJMD tahun 2018-2023 dan RKPD Kabupaten Banyuasin, tahun 2022 di Pendopoan rumah dinas Kabupaten Banyuasin, Kamis (8/04/21) pagi.
Dr Ir Firmansyah MSc selaku Kepala Bappeda Provinsi Sumsel membenarkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banyuasin Tahun 2020 tumbuh sebesar 0,13% diatas Provinsi dan Nasional yang berkontraksi sebesar -0,11% dan -2,07%.
Kenaikan pertumbuhan ekonomi di Banyuasin ini memberi tren capaian kemiskinan Banyuasin cenderung menurun dari tahun 2009-2020 dari 13,72% menjadi 11,17% atau turun sebesar 2,55%. Capaian Banyuasin berada dibawah rata-rata Provinsi dan diatas Nasional. Ditahun 2020 masih ada Gap 0,74% (Banyuasin vs Sumsel) dan 1,39% (Banyuasin vs Nasional).
“Tentu ini prestasi yang sangat baik yang telah dicapai Kabupaten Banyuasin. Untuk menurunkan angka kemiskinan itu perkara yang tidak mudah, namun Kabupaten Banyuasin mampu dengan program-program yang telah dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin,” jelasnya.
Firmansyah melanjutkan, saat ini prestasi ini menjadi terbaik di Sumatera Selatan. “Saya pribadi mengucapkan bangga dan kagum dengan program Banyuasin Bangkit, Adil dan Sejahtera,” tukasnya.
Edi Subeno SE MSi sebagai Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banyuasin, menyebutkan prestasi yang ditorehkan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuasin yakni program Banyuasin Bangkit, Adil dan Sejahtera.
Menurunnya angka kemiskinan ini merupakan awal baik kedepan untuk Kabupaten Banyuasin terus bekerja lebih maksimal demi kepentingan masyarakat Kabupaten Banyuasin.
Sementara Askolani menegaskan, turunnya angka kemiskinan ini belum seberapa. “Saya ingin kedepan dapat turun lebih signifikan lagi. Saya percaya bahwa dengan kerja cerdas, ikhlas dapat menghasilkan sesuatu yang baik. 7 (Tujuh) Program Banyuasin Bangkit, Adil dan Sejahtera serta 12 (Dua Belas) Gerakan tentu bukan sekedar wacana tapi benar-benar diwujudkan demi kepentingan masyarakat tentunya. Menurunnya angka kemiskinan sebesar 2,55% ini merupakan kerja dan peran semua jajaran Pemerintah Kabupaten Banyuasin,” bebernya.
“Saya dan Pakde Slamet terharu dan berbahagia dengan prestasi ini. Cita-cita yang kami bangun untuk memimpin Banyuasin Bangkit dirasakan dari beberapa sektor. Sektor Pertanian, yang saat ini kita menjadi 4 (empat) besar Nasional. Prestasi ini juga tidak membuat kita puas, kita bisa menjadi nomor satu tingkat Nasional,” harapnya. (red/rel)



