- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Vaksinasi Guru dan Lansia Dikebut
KAYUAGUNG, SIMBUR – Jelang persiapan belajar tatap muka, yang rencananya akan digelar bulan Juli 2021 nanti. Maka vaksinasi terhadap guru dan lansia dikebut Pemkab OKI. Vaksinasi dilakukan secara bertahap ini juga di dukung penuh pihak TNI-Polri.
Tahap awal, 1.400 guru dan lansia telah disuntik vaksin di Kecamatan Kota Kayu Agung, pada Senin (5/4/21) pagi di gedung Kesenian Kayuagung. Vaksinasi ini ditinjau langsung Wabup OKI HM Djafar Shodiq bersama Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Eko Indra Heri MM, lalu Dandim 0402 OKI/OI, Kapolres OKI serta Dinkes OKI.
Shodiq mengatakan persiapan pembelajaran tatap muka atau PTM di OKI, didukung pula dengan vaksinasi terhadap tenaga pendidik dan guru, sebagai langkah persiapan rencana belajar tatap muka.
“Langkah ini untuk menghindari penularan Covid-19 kepada guru dan lansia, dari para pelajar yang berkategori carrier (penular). Sesuai keputusan tiga menteri terkait, sekolah tatap muka kita memastikan dulu gurunya sudah vaksinasi. Tapi yang tidak kalah penting adalah kakek-nenek di rumah yang anaknya berangkat sekolah juga harus tervaksinasi,” timbang Shodiq.
Shodiq mengapresiasi dukungan TNI/Polri dalam pelaksanaan vaksinasi di Ogan Komering Ilir. “Capaian vaksinasi kita cukup baik, terimakasih kepada Pak Kapolda, jajaran Polres dan Kodim sehingga masyarakat tidak khawatir lagi divaksinasi” terangnya.
Lesty Nurainy sebagai Ka Dinkes Sumsel menyebutkan dukungan TNI-Polri, terhadap program vaksinasi sangat luar biasa, mulai dari penegakkan disiplin protokol Kesehatan hingga tenaga vaksinator.
“Bahkan pak Kapolda memerintahkan seluruh polsek tiap hari, menjemput mengantar lansia yang akan divaksin ke puskesmas terdekat. Untuk itu, saya meminta jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota, agar terus mengkoordinasikan pelaksanaan vaksinasi dengan baik,” pintanya.
“Kita tingkatkan cakupan vaksinasi lansia untuk Sumsel rata-rata 3,8 persen.Sesuai himbauan menkes, agar diutamakan lansia karena merupakan kelompok rentan”, timpal Lesty.
Iwan Setiawan SKM Mkes sebagai Kepala Dinas Kesehatan OKI mengatakan, menarget sebanyak 1.400 lansia dan dan guru di Kecamatan Kota Kayuagung pada tahap awal ini divaksin.
“Targetnya dapat selesai dalam 4 hari kedepan, bagi lansia dan guru yang berdomisili di Kayuagung, dipusatkan vaksinasi di gedung Kesenian. Untuk kecamatan lain bisa dilakukan di Puskesmas masing-masing,”terangnya.
Iwan menegaskan, saat ini pihaknya mendapat droping vaksin sebanyak 1.400 vial dengan prioritas guru dan lansia. “Jadi dihabiskan dulu vaksin yang ada kalau kurang sudah diajukan dengan Dinkes Sumsel. Dimana tahapan vaksinasi di Kabupaten OKI, telah mencapai 26 persen,” tukas Iwan. (red/rel)



