- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Fasilitasi Vaksinasi Ratusan Anggota FKUB
PALEMBANG, SIMBUR – Vaksinasi kian masih dan gencar dilakukan Pemprov Sumsel. Kini menyasar ratusan anggota organisasi kerukunan, yakni Forum Kerukunan Umat Beragama atau FKUB. H Herman Deru selaku Gubernur Sumsel pun meninjau langsung vaksinasi digelar Selasa (6/4/21) ini.
Untuk vaksinasi di tahap dosis pertama di Klinik Budi Indah, di Jalan Merdeka Palembang. dimana vaksinasi ini menggandeng berbagai pihak salah satunya Paguyuban Nusantara Sumsel Bersatu (PNSB).
“Tahap awal ini, sebanyak 453 sasaran yang diberikan vaksinasi. Ini persembahan dari Pemprov untuk masyarakat khususnya para tokoh yang kerap bertatap muka dengan warganya. Vaksinasi ini hasil kerjasama antara Pemprov dan PNSB. Ini menjadi bukti jika sinergitas di Sumsel berjalan baik dan semua pihak mendukung program vaksinasi ini,” timbang Deru.
Vaksinasi yang kian gencar dilakukan saat ini merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan imunitas masyarakat sehingga diharapkan nantinya Sumsel dapat segera keluar dari jerat wabah covid-19.
“Vaksinasi ini minimal kita akan lebih percaya diri, namun tidak lupa diri. Artinya, disiplin protokol kesehatan harus tetap dilakukam meskipun sudah vaksin,” katanya.
Sumsel bersama 19 provinsi di Indonesia saat ini, ditetapkan oleh pemerintah pusat untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro hingga 19 April mendatang. Dimana aturan teknis PPKM Mikro tersebut masih dalam pembahasan.
“Kita akan buat regulasinya. Kita atur zona dan tata tertibnya sehingga kegiatan dan tempat yang selama ini tidak ada batasan daPat lebih tertib,” jelasnya.
Skema PPKM Mikro di Sumsel tidak akan jauh berbeda dengan daerah lain yang lebih dulu menerapkan, seperti Jawa dan Bali. Hanya saja, dia akan memilah aturan yang sesuai dengan kondisi Sumsel. “Tentunya regulasi yang dibuat tidak akan membuat gaduh baik kegaduhan di sektor ekonomi, sosial maupun kesehatan,” bebernya.
Deru menegaskan tidak akan menutup tempat ibadah dan pusat perekonomian selama PPKM Mikro berlangsung. Kendati begitu, pembatasan tetap harus dilakukan agar aktivitas masyarakat berlangsung dengan aman. Utamanya terkait dengan ibadah selama bulan ramdhan.
“Termasuk soal ibadah tarawih dan sholat ied, tetap kita perbolehkan asal disiplin protolol kesehatan. Kita atur apa saja yang perlu disiapkan oleh rumah ibadah terkait pelaksanaan PPKM Mikro ini,” tegasnya.
H Syahrial Oesman selaku Ketua PNSB menyebutkan, pelaksanaan vaksinasi tersebut sebagai bentuk dukungan pihaknya kepada pemerintah dalam upaya penanganan covid-19.
“Kita terus bersinergi dengan pemerintah dalam penanganan dan pencegahan covid 19. Mudah-mudahan, ini menjadi langkah baik agar Sumsel bebas dari pandemi covid, tentu ini menjadi harapan kita untuk segara pulih” harap Syahrial. (red/rel)



