Salat Tarawih Tetap Berjamaah Sesuai Prokes

PALEMBANG, SIMBUR – Kebijakan pelaksanaan ibadah di bulan puasa, dikeluarkan Gubernur Sumsel H Herman Deru. Deru mempersilahkan, warga tetap menjalankan rutinitas ramadan, seperti salat tarawih berjamaah dan kegiatan religi lainnya seperti biasa. Namun Deru meminta, disiplin prokes tetap diterapkan selama pandemi.  

“Kebijakan untuk ramadan tahun ini sudah kita ambil. Silahkan laksanakan tarawih berjamaah. Semarakkan ibadah bulan ramadan ini, dengan ibadah seperti biasanya, asal tetap  disiplin protokol kesehatan,” pinta Deru.

Dalam Safari Jumat (2/4/21) siang, di Masjid Jami Assalam di Jalan Makrayu Palembang ini. Kebijakan ini dibuat, dengan pertimbangan mengingat masyarakat, telah merindukan aktivitas ibadah ramadan seperti biasanya.

“Kita telah merindukan ibadah ramadan secara berjamaah. Silahturahmi kita sempat terputus, karena pandemi ini. Namun pandemi ini juga membawa hikmah bagi kita. Saya bangga dengan keberadaan masjid jami ini.  Masjid ini sangat luar biasa dan jemaahnya banyak. Apalagi masjid ini terus melakukan pengembangan. Artinya keimanan masyarakat di kawasan masjid ini setiap saat meningkat,” puji Deru.

 Selain untuk ibadah, Deru meminta, masjid juga dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan lainnya, termasuk prosesi akad nikah, pendidikan Al Quran dan lainnya. Geliatkan setiap kegiatan keagamaan tersebut di masjid ini.

H Khairul Saleh sebagai Ketua Masjid Jami Assalam di Jalan Makrayu, mengatakan pengurus masjid berencana akan melakukan peningkatan masjid menjadi dua lantai.

“Peningkatan itu dilakukan agar bisa menampung setiap kegiatan keagamaan, seperti yang diharapkan Gubernur. Apalagi masjid ini memiliki jemaah yang cukup banyak, mulai dari anak-anak hingga masyarakat dewasa,” katanya.

Selain itu, peningkatan di masjid yang berada diantara kelurahan 30 Ilir dan 32 Ilir ini, dilakukan untuk mendorong visi misi Gubernur Herman Deru untuk menjadikan Sumsel menjadi daerah religius.

“Kita tentu mendukung upaya pak Gubernur untuk menjadikan Sumsel menjadi daerah yang lebih religius. Kita terus mendorong anak-anak yang merupakan calon tahfidz Al Quran ini untuk rajin beribadah,” tukas Khairul. (red/rel)