- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Kesehatan Pulih, Pendidikan Berjalan dan Ekonomi Bangkit
SEKAYU, SIMBUR – Vaksinasi secara serentak digelar di 15 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Muba. Suntik pencegahan Covid-19 ini, ditujukan bagi 3.200 guru dan tenaga pendidik dengan bertahap, Senin (29/3/21) pagi.
dr Azmi Dariusmansyah MARS sebagai Kadinkes Muba mengatakan, dari total 11.597 guru dan tenaga pendidik di Muba, baru 3.200 yang divaksinasi. Vaksinasi secara serentak ini mengusung tema “Kesehatan Pulih, Pendidikan Berjalan dan Ekonomi Bangkit”.
Pelaksanaan vaksinasi ini telah berlangsung selama dua bulan, dan baru lima persen terealisasi dari jumlah penduduk Muba. Pelayanan vaksin ini, dengan strategi berbasis komunitas atau kelompok, dalam masyarakat. Sehingga jangkauan pelaksanaan vaksinasi dapat terlaksana hingga seluruh lapisan masyarakat.
“Setelah vaksinasi massal terhadap guru diberikan. Target selanjutnya adalah pedagang, pengemudi angkutan umum, sopir travel, ojek. Vaksinasi dilakukan dengan mendatangi sasaran. Kemudian bekerjasama dengan dinas terkait, untuk pendataan dan mobilisasi sasaran yang akan divaksin,” jelasnya.
Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex mengatakan, teori kekebalan komunitas akan terbentuk apabila, 80 persen warga masyarakat di sebuah daerah sudah divaksinasi.
“Kita menghimbau agar seluruh lapisan masyarakat dapat menjalani vaksin Covid-19. Tidak ada kata menolak, vaksin bukan saja melindungi diri sendiri, tapi juga orang-orang di sekitar kita terutama keluarga,” katanya.
Baru 5 persen yang divaksinasi, artinya baru sedikit sekali dan ini terjadi di seluruh daerah di Indonesia. “Karena keterbatasan dosis vaksin. Kita doakan secepatnya vaksin tercukupi, jalur distribusinya aman dan kesiapan warga serta pemeritah juga aman,” harapnya.
Dari 5 persen yang divaksinasi, pejabat publik, pimpinan daerah, TNI, Polri, Organisasi Perangkat Daerah, wartawan dan hari ini giliran guru dan tenaga kependidikan.
“Vaksinasi ini dilakukan, sebagai salah satu bentuk persiapan pembukaan kembali sekolah secara tatap muka pada Juli 2021. Namun sayaratnya tenaga pendidik harus divaksin, supaya efektif dan aman,” cetusnya.
Meski sudah disuntik vaksin, tetap menjaga prokes. “Kita juga akan genjot vaksinasi ini. Saya akan intruksikan kepada perusahaan-perusahaan di Muba. Untuk segera melakukan pendataan dan melakukan vaksinasi mandiri. yang akan diinisiasi oleh KADIN, sehingga terget vaksinasi dapat tercapai secepatnya,” tukas Dodi. (red/rel)



