- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Perekonomian Tangguh Ditopang Sektor Pertanian
KAYUAGUNG, SIMBUR – Perekonomian masyarakat OKI, masih cukup tangguh menghadapi dampak pandemi Covid-19. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) OKI mengalami pertumbuhan 0,24 persen. Sumbangsih ini relatif tinggi, dibanding kabupaten/kota lainnya di Sumsel.
Bahkan jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi provinsi Sumsel yang terkontraksi -0,11 persen. Sumbangan OKI untuk pertumbuhan ekonomi (source of growth) Sumsel 2020 adalah 0,02 persen.
“Itu tertinggi karena kontribusi kabupaten kota lain, terhadap pertumbuhan ekonomi sumsel tidak sampai 0,02 persen. Bahkan beberapa justru negatif,” cetus Yudhistira selaku Kepala BPS Kabupaten OKI, Senin (15/3/21) pagi.
Yudhis menegaskan, perekonomian OKI masih tangguh, karena ditopang sektor pertaniannya, yang diperlihatkan produktifitas petani justru meningkat sangat signifikan. Produktifitas petani padi tertinggi ke – 2 di Sumsel di masa pandemi ini.
“Disisi lain, walaupun OKI bukan daerah penghasil migas, namun perekonomiannya memberikan kontribusi nomor empat terbesar di Sumsel (6,34 persen) setelah daerah-daerah penghasil/pengolah migas seperti Palembang, Muba, dan Muara Enim, dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yg mencapai lebih dari 29 Trilyun Rupiah,” bebernya.
Terkait angka kemiskinan, Yudhistira menegaskan Kabupaten OKI memang masih menempati urutan ke – 4 di Sumsel. Namun penurunan angka kemiskinannya signifikan setiap tahunnya. Yudhis merinci pada tahun 2017 persentase penduduk miskin di OKI 15,75 persen. Di tahun 2020 mengalami penurunan hingga 3,72 ribu jiwa atau menjadi 14,73 persen. .
Penurunan kemiskinan OKI ditahun 2020 kata dia merupakan penurunan tertinggi ke 2 di sumsel (15,01 persen di tahun 2019 menjadi 14,73 persen di 2020).
“Dalam tiga tahun terakhir ada penurunan lebih dari 1 digit. Artinya terus berprogress, program dan intervensi pemerintah daerah, terhadap penanggulangan kemiskinan cukup berhasil,” tukas Yudhistira. (red/rel)



