- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Restart Pariwisata, Digitalisasi Destinasi Muslim
JAKARTA, SIMBUR – Restart pariwisata dengan kegiatan di Jakarta sebagai Friendly Muslim Destination, sangat tepat apalagi bila pelaksanaannya sudah disepakati Free Covid Corridor (FCC) dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, kata Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, semalam ( 11/3/2021).
Sandiaga, berbicara pada FGD bertajuk Indonesia The Central of World Halal Travel, bersama Arie Untung, pendiri HijrahFest, R. Kurleni Ukar, Deputi Bidang Kebijakan Strategis, Andi Dewandaru, Religious Affair Kemenparekraf dan Hilda Ansariah Sabri, Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat.
Sandiaga menjelaskan bahwa, pemerintah sedang menjajaki untuk membuka koridor wisata bebas Covid bagi wisatawan mancanegara seperti Singapura dan Malaysia.
“Selama ini wisman yang banyak datang dari negara jiran adalah Singapura dan Malaysia sehingga untuk event yang akan diselenggarakan seperti HijrahFest secara Hybrid sasarlah juga pasar Muslim di kedua negara itu,” kata Sandiaga Uno.
Dia optimistis pembahasan yang tengah dilakukan bersama Kepala Negara dan pejabat terkait lainnya termasuk para Duta Besar terkait akan membuahkan hasil sehingga RI dapat menerapkan pula kesepakatan Free Covid Corridor ( FCC), membuka pintu bagi wisatawan mancanegara asal China, Singapura, Malaysia, India, dan beberapa negara Eropa, seperti Inggris, Jerman, dan Belanda.
“Mas Arie sebaiknya juga menggelar event di Masjid Istiqlal yang sudah selesai direnovasi karena Jakarta dan semua provinsi di Indonesia pada dasarnya adalah Friendly Muslim Destinations,” kata Menparekraf.
Sandiaga menyarankan tim Hijrah Fest juga menggelar Festival Pasar Baru yang berdekatan dengan Masjid Istiqlal dan Kawasan Monas yang menjadi kebanggaan umat Muslim Indonesia bahkan dunia dengan aksi damai 212, lima tahun yang lalu.
R Kurleni Ukar, Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf menjelaskan pihaknya mendukung kegiatan-kegiatan HijrahFest yang pada tahun 2019 mampu menjaring 98.000 pengunjung terutama dari kalangan milenial.
“Saya sangat setuju statement Menteri bahwa Jakarta adalah Muslim Friendly Destination karena bukan hanya sebagai pintu gerbang dan ibukota tapi memang negara muslim terbesar dengan 230 juta umat,” kata R Kuleni Ukar.
Membuka Masjid Istiqlal untuk event-event keagamaan adalah langkah strategis untuk sekaligus melakukan literasi halal karena Halal Tourism adalah Extended Services, antara lain memenuhi kebutuhan traveler muslim yang sesuai ajaran agama, tidak boleh meninggalkan salat lima waktu sehingga membutuhkan tempat sholat dan makanan halal.
“Halal Tourism dan wisata religi juga berbeda karena setiap agama juga memiliki wisata religi seperti Patung Yesus yang tinggi seperti di Brazil ada di Manado. Larantyka, NTT juga punya taman doa Mater Dolorosa dengan patung Salibnya,” kata Sanduaga Uno.
Andi Dewandaru, narasumber lainnya juga mendorong kreativitas dari Tim HijrahFest untuk membudayakan slogan Jakarta sebagai Muslim Friendly Destination pada komunitasnya karena Jakarta juga memiliki Museum Alquran di Ancol, Jakarta.
Arie Untung menyatakan siap membantu Kemenparekraf dengan 10 Destinasi Prioritas yang sebelumnya sudah digaungkan oleh Pemerintah sampai akhirnya kini mengerucut menjadi lima Destinasi Super Prioritas ( DSP).
“Kami tetap dukung 10 destinasi Bali Baru seperti Danau Toba, Tanjung Lesung, Pulau Seribu, Bangka Belitung, Candi Borobudur, Gn Bromo, Mandalika, Labuan Bajo, Wakatobi dan Raja Ampat terutama dalam program kami Digitalition Destinations,” kata Arie Untung, mantan VJ MTV, yang kemudian menggeluti dunia pembawa acara dan akting dan kini memiliki komunitas yang besar.
Ketua Departemen Pariwisata PWI Pusat, Hilda Ansariah Sabri mengatakan Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin, umatnya sudah terbiasa berwudhu minimal 5 kali dalam sehari.
” Dalam ajaran Islam, umatnya sudah menerapkan Cleanliness, Health , Safety, and Environmental Sustainability (CHSE) yang kini menjadi program Kemenparekraf dalam menghadapi COVID-19,” kata Hilda.
“Oleh karena itu memulai ( re-start) pariwisata dengan event Islami sangat tepat,” tegasnya.(red)



