- Jon Heri Kembali Pimpin SMSI Sumsel
- Sebelas Detik Mengubah Makna: Ketika Algoritma Mengalahkan Fakta
- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
Minta Cukupi Kuota Vaksin Guru
PALEMBANG, SIMBUR – Wacana pemerintah pusat menggelar sekolah tatap muka, pada bulan Juli 2021 mendatang. Sangat didukung Fitrianti Agustinda selaku Wawako Palembang.
Maka Fitri berencana meminta bantuan Kementrian Pandidikan dan Kementrian Kesehatan, untuk mencukupi kuota vaksin guru di kota Palembang.
Dikatakan Fitri, sebanyak 17 ribu pegawai dan guru Disdik kota Palembang, diajukan untuk divaksinasi. Namun suntik vaksin yang tersedia hanya berjumlah 800 vaksin.
“Tenaga guru, meliputi pengajar dari tingkat PAUD, TK, SD, dan SMP bik negeri maupun swasta sebanyak 17 ribu. Namun kuota hanya 800 vaksin, tidak mencukupi jumlah guru yang terdata. Apabila ada tenaga pendidik atau guru yang belum menjalani vaksin, maka proses mengajar belum bisa dilaksanakan,” timbang Fitri, Senin (8/3/21).
Fitri yang langsung meninjau suntik vaksin di Diknas Kota Palembang, syarat mutlah belajar mengajar tatap muka yang digadang-gadang pemerintah pusat rencanany bulan Juli 2021 mendatang, dengan syarat daerah harus zona hijau.
“Jika masih zona merah, sesuai dari anjuran Ikatan Dokter Indonesia atau IDI, maka sekolah tatap muka harus ditunda. Untuk mencukupi semua kouta yang diajukan Disdik, kita akan mendorongnya melalui Kemendik dan Kemenkes, sehingga proses belajar dan mengajar pada Juli nanti bisa kita mulai,” cetusnya.
Kadisdik kota Palembang Ahmad Zulinto sendiri mengatakan, suntik vaksi untuk guru di Kota Palembang wajib diikuti. “Saya berharap dengan vaksinasi tersebut bisa menjaga imun para tenaga guru, baik di tingkat TK, SD, SMP baik di Negeri dan Swasta di Kota Palembang,” tukasnya. (red/rel)



