- Karhutla Menggila di Pulau Kalimantan, Terdata 1.487 Hotspot
- Dukung Hilirisasi Sawit, Potensi Lahan di Sumsel 66 Ribu Hektare
- Tiga Provinsi Diguncang Gempa, Indonesia Tangguh Tanggulangi Bencana
- Modal Ventura Harus Diperkuat, Dorong UMKM dan Ekonomi Berkelanjutan
- Kodam II/Sriwijaya Komitmen Perangi Narkoba
Tekankan Pemantauan dan Patroli Karhutla
PALEMBANG, SIMBUR – Rapat koordinasi “Penanganan Darurat Bencana Asap, Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan tahun 2021”, digelar virtual atau Vidcon, diikuti dari ruang Gatot Subroto Makodam II/Sriwijaya, di Jalan Jenderal Sudirman, Palembang, Senin (8/3/12) pagi.
Hadir Komandan Korem 044/Gapo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji Sip Ssos, dalam rakor ini. Lalu Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi dan Asops Kasdam II/Swj di wakili Waas Ops Letkol Inf M Aan Setiawan SSos, MI Pol.
Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo, dalam rakor penanganan karhutla menyampaikan, dibutuhkan sinergitas dalam upaya menaggulangi bencana karhutla. “Seluruh pemangku kepentingan, diharapkan saling bersinergi dan berkesinambungan, dalam menanggulangi masalah bencana karhutla,” pintanya.
Doni menekankan, kesiap siagaan penanggulangan bencana karhutla sangatlah penting. Mulai dari sinergitas managemen hingga persoalan teknis di lapangan.
“Dalam kesempatan rakor ini, semua pihak terutama pemerintah harus waspada. Agar jangan sampai asap yang diakibatkan karhutla, makin memperparah kondisi pandemi Covid-19 saat ini,” timbangnya.
Upaya pemantauan dan patroli harus terus ditingkatkan. Melalui BNPB, pemerintah telah menyiapkan dana siap pakai (DSP).
“Dana ini dapat digunakan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat di daerah rawan karhutla. Maka rakor ini diadakan untuk mengantisipasi adanya bencana alam, dimana di setiap tahun pasti akan terjadi Karhutlah,” tukas kepala BNPB. (red/rel)



