- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
- Protes Meluas, Warga Banyuasin Kesulitan Air Bersih
- Komitmen Indonesia-Unicef Dukung Pemenuhan Hak Anak
- PWI Pusat Dorong Perlindungan Karya Jurnalistik Masuk Revisi UU Hak Cipta
Deru Bantu Korban Angin Puting Beliung
OGAN ILIR, SIMBUR – Angin kencang puting beliung disertai hujan ekstrem, mengakibatkan lebih dari 26 rumah roboh dan hancur, tersebar di tiga desa di Kecamatan Lubuk Keliat, Kecamatan Ogan Ilir.
Membuat Gubernur Sumsel H Herman Deru terketuk dan terpanggil. Deru bergerak cepat, meninjau langsung lokasi terjadinya bencana angin puting beliung yang menerpa pemukiman warga tersebut.
Kehadiran HD di lokasi untuk memastikan kondisi warga, pasca terjadinya bencana tersebut. Juga untuk menyampaikan sejumlah bantuan awal, berupa paket sembako, tenda, alas tidur, pakaian dan lainnya, serta langsung diberikannya untuk masyarakat yang terdampak puting beliung.
“Saya juga merasakan apa yang dirasakan masyarakat, dan turut prihatin atas bencana ini. Kita juga membawa bantuan, untuk meringankan beban masyarakat, yang terdampak musibah ini. Namun yang harus diutamakan, dalam musibah ini, adalah keselamatan warga dan keberlangsungan pendidikan untuk anak-anak,” kata Deru di lokasi Lubuk Keliat, Kamis (25/2) siang.
Deru dalam kesempatan ini juga menyampaikan, jika Pemprov Sumsel akan membantu rekonstruksi rumah yang roboh akibat puting beliung tersebut melalui dinas terkait juga termasuk dari Pemkab Ogan Ilir.
“Selanjutnya bantuan untuk merekonstruksi rumah juga harus diberikan. Saya instruksikan Pemkab maupun dinas terkait, bantu pembangunan rumah bagi masyarakat yang terkena bencana ini. Lakukan investigasi agar kejadian serupa dapat diminimalisir,” serunya.
Selain itu, mantan bupati OKU Timur ini juga berencana, akan membuka akses jalan menuju tiga desa tersebut, sehingga dapat lebih mudah dijangkau.
“Saya merasakan masuk ke lokasi ini sulit. Kita akan buka akses jalan baru sehingga dapat lebih mempermudah, minimal jalan yang bisa dilalui sepeda motor,” jelasnya.
Diwartawan Simbur sebelumnya, lebih dari 26 unit rumah tersebar di tiga desa di Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir, roboh dan ambruk diterjang angin puting beliung, terjadi Selasa (23/2/21) malam.
Dengan rincian 18 rumah di Desa Lubuk Keliat, 8 rumah di Desa Ulak Kembahang dan 1 rumah di Desa Embacang. “Namun kita juga harus tetap bersyukur karena tidak ada korban dalam musibah ini. Jangan marah kepada tuhan karena ini ujian keimanan kita,” terangnya.
“Pemerintah ini selalu ada untuk masyarakat, baik suka maupun duka. Kita akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat,” tuturnya.
Dia juga meminta masyarakat lainnya juga juga turut andil memberikan motivasi untuk meringankan beban warga yang tekena bencana. “Kejadian ini juga menjadi bukti jika silaturahmi kita selama ini berjalan baik. Antar masyarakat saling membantu setiap ada bencana seperti ini,” imbuhnya.
Plh Bupati Ogan Ilir Aufa Syahrizal mengatakan, saat ini masyarakat yang terdampak bencana tersebut sudah berada di pengungsian.
“Rumah yang terdampak ini jaraknya berjauhan dan rata-rata berada di arel persawahan. Kondisi rumahnya ada yang rusak total dan ada juga yang rusak sebagian. Tidak ada korban jiwa dan warga sudah diungsikan ke tempat yang aman,” tegasnya.
Warga korban puting beliung, mengucap syukur atas kepedulian Gubernur Herman Deru. Menurut warga meski kondisi pemukiman mereka cukup sulit dijangkau, namun Herman Deru tetap datang memberikan perhatian dan bantuan. (red/rel)



