- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Imbau Masyarakat Tidak Termakan Hoaks Gempa Sulbar
JAKARTA, SIMBUR – Karo Ops Polda Sulawesi Barat Kombes Pol Muhammad Helmi meminta masyarakat untuk tidak panik dan tidak terpengaruh dengan adanya informasi tidak bertanggung jawab. Berita hoaks dimaksud banyak muncul di media sosial terkait gempa yang menimbulkan tsunami.
“Dengan adanya dua kejadian yang berturut-turut ini, muncul analisis-analisis di televisi, kemudian berkembang menjadi hoaks-hoaks di media sosial. Ini yang menyebabkan masyarakat Kabupaten Mamuju banyak terpegaruh dengan informasi tersebut,” kata Kombes Helmi dalam video conference di Kompleks Kantor Gubernur Sulbar, Senin (18/1).
Kombes Helmi mengatakan, munculnya kekhawatiran masyarakat dapat memperlambat pemulihan normalisasi kehidupan di Sulawesi Barat. Untuk itu, dia menekankan pentingnya masyarakat diberikan informasi yang benar agar dapat menepis informasi salah yang dapat menyebabkan kekhawatiran berlebihan.
Polda Sulbar telah mendorong geliat perekonomian warga setempat dengan mengupayakan beroprasinya aktivitas jual beli masyarakat. Kombes Helmi juga mengupayakan untuk meyakinkan pengusaha retail yang ada di Sulawesi Barat agar kembali beroprasi. Dengan harapan, dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Saat ini sudah ada dua unit toko yang telah beroperasi. Tentunya tahap awal ini pihak kepolisian memberikan penjagaan dengan menurunkan delapan personel di masing-masing tempat,” ujar Kombes Helmi.
Untuk mengantisipasi tindakan penjarahan agar tidak terulang kembali, Polda Sulbar juga telah mengambil langkah-langkah terkait dengan pendistribusian logistik. Bantuan yang diberikan oleh pemerintah dari berbagai instansi maupun swadaya masyarakat yang telah masuk langsung di distribusikan kepada mereka yang membutuhkan dengan lebih memperhatikan pada sisi keamanan.
Di tempat yang sama, Kapolda Sulbar Irjen Pol Eko Budi Sampurno menyebutkan adanya satu unit rumah yang terkena longsor di Bukit Meikarta, Kabupaten Mamuju. Menurur Kapolda, hingga sore tadi (18/1) masih terdapat tiga korban yang belum ditemukan. Karena itu, satu unit eskavator dikerahkan untuk membantu proses pencarian dan evakuasi korban. “Ada satu rumah yang terkena longsor di Bukit Meikarta, Kabupaten Mamuju ini masih dalam rangka pencarian,” ujarnya.
Menurut Kapolda, dalam penanganan di lokasi longsor terus dilakukan upaya pencarian korban dengan melibatkan dari berbagai pihak, antara lain Basarnas, Brimob Sulawesi Selatan, Brimob Sulawesi Barat serta bantuan dari PMI Bone.
Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa Sulbar menjadi 84 orang. Dengan rincian 73 orang di Kabupaten Mamuju dan 11 orang di Kabupaten Majene. Data tersebut berhasil dihimpun Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 18 Januari 2021 pukul 14.00 WIB. Selain itu, tercatat 679 orang luka ringan serta terdapat 253 orang mengalami luka berat, yaitu 189 orang luka berat di Kabupaten Mamuju dan 64 orang luka berat di Kabupaten Majene.
“Pusdalops BNPB juga melaporkan sebanyak 19.435 orang pascagempa M6,2, antara lain 4.421 orang mengungsi di Kabupaten Majene dan 15.014 orang mengungsi di Kabupaten Mamuju,” ungkap Dr Raditya Jati,
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.
BPBD Kabupaten Majene, Mamuju serta Polewali Mandar terus melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan TNI – Polri, Basarnas serta relawan maupun instansi lainnya dalam proses evakuasi masyarakat terdampak. “Kondisi mutakhir saat ini jaringan listrik yang terdapat pada dua kabupaten terdampak telah berangsur normal,” jelasnya seraya menambahkan, jalur Majene – Mamuju yang terputus akibat longsor, tepatnya di Dusun Belalan, Desa Onang Utara, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene saat ini telah dapat dilalui. (red)



