- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Sebanyak 21.990 Jiwa Terdampak Banjir di Kalsel
JAKARTA, SIMBUR – Sebanyak 21.990 jiwa terdampak banjir di Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan. Banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan air sungai di Kecamatan Pelaihari meluap yang terjadi pada Minggu (3/1) pukul 10.30 WITA.
Hal ini berdasarkan data yang dihimpun oleh Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana per 15 Januari 2021 pukul 11.40 WIB.
Dr Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengatakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Laut melaporkan bahwa saat ini tinggi muka air terpantau sekitar 150 cm sampai 200 sentimeter yang merendam 6.346 unit rumah.
“BPBD juga terus melakukan pendataan 5 titik pengungsian bagi masyarakat,” imbuhnya.
BPBD Kabupaten Tanah Laut juga menginformasikan akses jalan dari Palaihari ke Banjarmasin terputus akibat banjir. Saat ini tim gabungan bergotong royong dalam melakukan penanganan bencana yang terjadi.
“BPBD Kabupaten Tanah Laut juga mendata beberapa kebutuhan mendesak yang dibutuhkan masyarakat terdampak seperti sandang, pangan, terpal, matras, selimut dan peralatan dasar kebencanaan,” ujarnya.
Berdasarkan pemantauan BMKG, Kalimantan Selatan berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang. BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga, ditengah musim hujan yang akan terjadi hingga Februari 2021.
“Masyarakat juga dapat memantau informasi prakiraaan cuaca melalui Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG),” terangnya.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Hulu Sungai Selatan melakukan upaya penanganan darurat bencana banjir. Sebanyak 6 kecamatan di wilayahnya terdampak banjir sejak Rabu (13/1), pukul 22.45 waktu setempat.
BPBD Kabupaten Hulu Sungai Selatan telah mendirikan dapur umum untuk warga terdampak. Dapur umum beroperasi di Kecamatan Kandangan dan Angkinang.
Pusat komando operasi atau pos komando berada di Kecamatan Kandangan. Sedangkan tim reaksi cepat (TRC) BPBD setempat terus melakukan monitoring dan evakuasi warga. Pendataan masih berlangsung di lapangan.
“Menyikapi dampak banjir yang masih berlangsung, BPBD mengimbau masyarakat setempat untuk tetap siaga dan waspada terhadap kemungkinan banjir susulan,” ujar Raditya.
BPBD melaporkan enam kecamatan terdampak banjir di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan, antara lain Kecamatan Loksado, Padang Batung, Kandangan, Angkinang, Telaga Langsat dan Sungai Raya. Banjir dipicu oleh hujan intensitas tinggi dan air kiriman dari hulu Sungai Amandit. Tinggi muka air terpantau 20 hingga 150 cm.
Populasi terdampak banjir ini sebanyak 1.000 KK. Kabupaten ini telah diprediksi berpotensi banjir di puncak musim hujan pada Januari 2021 ini. Dari analisis prakiraan cuaca BMKG terhadap wilayah yang berpotensi banjir pada Januari 2021, kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Selatan.
Antara lain Balangan, Banjar, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin, Kotabaru, Tabalong, Tanah Bumbu, Tanah Laut dan Tapin. Wilayah-wilayah ini berpotensi banjir dengan kategori menengah.
“Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siap siaga dalam menghadapi potensi bahaya hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, khususnya di tengah puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2021,” tutupnya.(red)



