Sosialisasikan Percepatan Jalan Tol Trans Sumatera

BABAT SUPAT, SIMBUR –  Memasuki hari kedua kerja di tahun 2021, Pemkab Muba melakukan gerak cepat, dengan turun langsung ke lapangan, untuk mensosialisasikan pengadaan tanah pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera, area Betung – Tempino – Jambi, yang melintasi wilayah Kecamatan Keluang dan Kecamatan Sungai Lilin di Muba.

Sosialisasi pembanguan jalan tol ini oleh Bupati Dr H Muba Dodi Reza, melalui Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi bersama PPK Jalan Tol Kementrian PUPR Bayumi, lalu PT Hutama Karya Hasan dan masyarakat. Untuk pembangunan jalan tol dalam wilayah Kecamatan Lais dan Babat Supat, di Balai Desa Babat, Kecamatan Babat Supat, Selasa (05/1/21).

Hadir pula, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Muba H Yudi Herzandi SH MH, Kepala Bappeda Muba Drs Iskandar Syahrianto, Kadis PU PR Herman Mayori, Kadishub Muba H Pathi Ridwan, Ka DLH Andi Wijaya Busro, dan Plt Kadisbun Muba Ahmad Toyibir, Camat Tungkal Jaya Rio Aditya SIP MSi, Camat Lais Demon Hardian.

Dikatakan Sekda Muba Apriyadi, ia meminta dukungan dan kerjasama masyarakat terkait pembangunan jalan Tol Trans Sumatera, yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR di Kabupaten Muba. ”Pembangunan ini harus kita dukung, agar jalan tol ini berhasil di bangun di Muba,” ujar Sekda.

“Target kita tahun 2021 ini urusan tanah sudah beres, dan diharapkan tahun 2021 ini juga bisa dilaksanakan pembangunannya,” ujar Sekda.

Apriyadi mengatakan Kabupaten Muba merupakan salah satu kabupaten yang paling panjang dilewati jalan tol Trans Sumatera.

“Luasannya 1.106 Hektar, yang melintasi Kecamatan Babat Supat, Lais, Keluang, Sungai Lilin, Tungkal Jaya, dan Kecamatan Bayung Lencir. Jalan tol ini adalah program strategis Nasional dan juga strategis kita, karena akan terkoneksi dengan jalan kabupaten,” ucapnya.

Pembangunan jalan tol itu akan mempermudah Pemkab Muba untuk membangunan Kawasan Industri Hijau dengan luasnya lebih kurang 500 hektar.

“Kalau terealisasi ini akan berdampak sangat besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penyerapan tenaga kerja. Hubungannya dengan pembangunan tol, adalah untuk memperlancar akses serta operasional para pengusaha atau investor,” imbuhnya.

Mengenai ganti rugi tanah masyarakat yang dilintasi, ia menjelaskan nanti akan ada lembaga berwenang menentukan nilainya yakni Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

“Kami sosialisasi sampai dengan tanggal 12 Januari, tanggal 14 Januari, kita dipanggil Presiden melalui Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, tentang progresnya. Pada prinsipnya kami tim ini, akan berada ditengah-tengah, masyarakat dan pihak pelaksana pembangunan jalan tol,” kata Apriyadi.

PPK Jalan Tol Kementerian PUPR Bayumi, sendiri menanggapi setelah sosialisasi ini, kemudian akan dilakukan tahapan pengukuran, kemudian musyawarah dengan masyarakat, dan selanjutnya penentuan nilai ganti rugi tanah oleh KJPP.”Tahapan penetapan lokasi baru pelaksanaan, yang targetkan 2022 sudah mulai berjalan,” kata Bayumi.

Lalu Hasan dari pihak PT Hutama Karya menanggapi, bila perusahaanya adalah penerima penugasan sebagai pemrakarsa pembangunan jalan tol Trans Sumatera dari Bakahuni – Banda Aceh.

“Pembangunan jalan tol ini untuk mengembangkan perekonomian tahun 2024, Bakahuni-Banda Aceh Insha Allah tersambung,” ucapnya.

Camat Keluang Debby Heryanto SSTP MSi melaporkan yang dilintasi pembangunan jalan tol Kecamatan Keluang ada 6 (enam) desa dan Sungai Lilin 2 (dua) desa.

“Kami dari pemerintah kecamatan sangat mendukung sekali adanya rencana pembangunan jalan tol yang melewati Keluang dan Sungai Lilin. Kita merupakan ujung tombak dalam proses pengadaan tanah dan kami akan selalu berusaha agar proses ini tidak ada kendala,” kata Debby.

Ia juga berharap berharap kepada para kepala desa dan tokoh masyarakat yang menghadiri sosialisasi tersebut dapat meneruskan apa yang disampaikan dalam sosialisasi itu kepada warga yang ada diwilayah masing-masing.

Kepala Desa Tanjung Kerang sendiri mengatakan pemerintah desa sangat mendukung dalam pelaksanaan pembangunan jalan tol tersebut, namun dalam pelaksanaan ia berharap masyarakat setempat dapat turut diberdayakan.

“Tolong berdayakan pekerja dari desa kami, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat juga. Selain itu kami minta dibuatkan pintu jalan tol, di Desa Tanjung Kerang,”  harapanya. (red/rel)