- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Tertunda Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20
PALEMBANG, SIMBUR – Perhelatan akbar Piala Dunia U-20, awalnya akan digelar bulan Mei 2021, dengan Sumsel sebagai tuan rumah, akhirnya ditunda sampai bulan Mei 2023. H Herman Deru menilai penundaan selama 2 tahun ini bukanlah musibah, melainkan berkah. Maka persiapan pelaksaaan menjadi lebih baik dan matang.
H Herman Deru selaku Gubernur Sumsel, pada malam Senin 28 Desember 2020, tetap melakukan Deklarasi Sumsel Siap Menuju Pentas Dunia di halaman Griya Agung Palembang.
“Dengan adanya penambahan waktu dalam persiapan tersebut, kita meyakini, jika persiapan yang dilakukan akan semakin baik. Seperti perbaikan infrastruktur yang mencakup lapangan utama dan pendamping. Serta berbagai hal lainnya, termasuk hospitality dan transportasi dari maupun menuju stadion,” cetusnya.
Deru pun berkomitmen, perhelatan Piala Dunia U-20, tentunya akan memberikan dampak positif, bagi sektor pariwisata dan ekonomi di Sumsel. Baik ekonomi mikro maupun makro bahkan para pelaku usaha kecil.
“Selama dua tahun ini, kita minta Bank Sumselbabel menjadi leader dalam glory piala dunia ini. Sehingga nuansa olahraga ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat Sumsel,” paparnya.
Herman Deru juga akan melibatkan berbagai pihak dalam menyongsong perhelatan tingkat dunia ini. Baik BUMN, BUMD, perusahaan swasta dan lain sebagainya. “Menjaga nama baik Sumsel merupakan tanggungjawab bersama. Jangan sampai event ini mencederai nama baik Sumsel di kancah nasional maupun internasional,” tegasnya.
Dalam acara ini, Herman Deru mendeklarasikan Sumsel siap menjadi tuan rumah Piala Dunia Word Cup U-20 tahun 2023.
H Achmad Yusuf selaku Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumsel mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai renovasi infrastruktur baik stadion utama maupun pendamping.
“Stadion Glora Sriwijaya Jakabaring dan Stadion Bumi Sriwijaya akan dilakukan perbaikan dengan bobot 100 persen. Untuk lapangan pendamping lainnya dilakukan dengan bobot yang berbeda satu dengan lainnya,” tukasnya.
Ketua PSSI Sumsel Ucok Hidayat juga menyambut baik, adanya penundaan perhelatan Piala Dunia Word Cup U-20.
“Penundaan yang dilakukan FIFA ini, menjadikan berbagai persiapan yang dilakukan Sumsel, bisa lebih maksimal. Kita memiliki waktu selama dua tahun, dalam melakukan persiapan, hingga dilaksanakannya ajang bergensi dunia ini,” tukas Ucok. (kbs)



