- Tetesan Air Sumber Kehidupan, Wujud Kepedulian Kasad di Brigif 8/GC
- Hadapi Medan Sulit, Tinjau Pembangunan Jembatan Gantung Koala Dua Belas
- Lumbung Energi Jadi Beban Moral, Layanan Listrik di Sumsel Harus Lebih Baik
- Jalan Berlumpur Jadi Ajang Berfoto Warga Desa
- Banjir Rendam Bayung Lencir, Warga Terisolasi dan Butuh Bantuan
Maksimal Pulihkan UMKM
SEKAYU, SIMBUR – Komitmen kuat Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin dalam menangani persoalan perekonomian terutama dalam pemberdayaan UMKM, serta keberhasilannya dalam percepatan pembangunan di Muba, kembali menjadi perhatian. Kali ini Bupati Inovatif, Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA digadang sebagai narasumber pada Government Roundtable Series 2 Episode 7 Dengan Tema “Pemulihan Ekonomi Sumatera Selatan Melalui Kebangkitan UMKM” Secara Virtual. Webinar berlangsung Senin (16/11) di Ruang Rapat Bupati Muba.
Bupati Dodi Reza memaparkan strategi menuju UMKM Muba bangkit dan maju, pertama Muba menciptakan produk-produk ramah lingkungan yang menarik di pasar yaitu produk batik Gambo Muba dan pelepah pinang. “Batik Gambo Muba memiliki estetika yang tinggi, karena penggunaan bahan alami dan kerajinan asli tangan pemberdayaan masyarakat terutama para Ibu-ibu rumah tangga yang dapat meningkatkan pendapatan ekonominya. Produk produk Gambir ini juga sangat ramah lingkungan. Di sinilah kami memasukkan UMKM-nya,” ujar Bupati.
Batik Gambo Muba adalah tekstil khas metode jumputan, diwarnai dengan dicelup getah gambir yang awalnya dianggap limbah dan dibuang percuma kini jadi produk eco fashion yang sangat diminati di dunia. “Selanjutnya, produk Pelepah pinang yang dikelola menjadi wadah makanan pengganti styrofoam dan plastik. Pelepah pinang ini juga menjadi program kita bersama pemerintah untuk pemberdayaan masyarakat dan inovasi produk ramah lingkungan ini juga terus kita fokuskan pengembangan pengelolaan pelepah pinang,”terangnya.
Dodi juga memaparkan juga ekowisata, local culture dan sport tourism membangkitkan UMKM di Muba diantaranya ekowisata danau ulak Lia, festival Bongen (tradisi pantai dadakan akibat surutnya debit air Sungai Musi. Lanjutnya Festival bekarang, agenda tahunan tradisi masyarakat Musi Banyuasin mencari ikan saat danau dan sungai mengering. “Kami juga menyelenggarakan Muba Auto Gymkhana di Skyland Sirkuit serta Festival Randik yang merupakan agenda tahunan penampilan aneka budaya tradisi seperti tarian seni, stabek dan senjang, yang jelas dapat membangkitkan UMKM di Muba,” terangnya.
Selain itu, Bupati Dodi Reza menceritakan Inisiasi terobosannya dalam pengolahan kelapa sawit menjadi bensin atau bahan bakar nabati (BBN) Biofuel yang sudah dilakukan di Kabupaten Musi Banyuasin.
Paparan terkait aspal karet, bahannya adalah lateks pekat hasil proses pemisahan partikel cair dan padat (centrifuge) berbahan baku bokar. Dikatakannya bukan hanya pasar yang bisa jadi unggulan namun lateks pekat tersebut dipastikan mampu meningkatkan ekonomi petani karet. “Ada empat keuntungan yang bisa bermanfaat bagi petani dan kontraktor bahkan negara atas hilirisasi di sektor komoditas karet,”ungkapnya.
Dodi juga menguraikan, empat manfaat dimaksud, yaitu keuntungan pertama aspek ekonomi rakyat. Hadirnya pabrik aspal karet ini meningkatkan nilai jual petani hingga dua kali lipat, bisa Rp20.000 perkilogram. Saat ini melalui instalasi pengolahan aspal karet yang dimiliki mampu menampung 3-4 ton lateks dan akan ditambah dua instalasi pada 2021 dengan target produksi lateks mencapai 15 ton perhari.
Keuntungan kedua dari sisi teknis. Menurutnya, walau secara harga aspal karet lateks ini harganya lebih mahal tapi umurnya, namun ketahanannya dua kali lebih panjang. Karena mengandung karet jadi lebih lentur. Kemudian tahan air atau kedap air.
Keuntungan ketiga sambung Dodi, dari sisi bisnis. Sedangkan keuntungan keempat adalah dari sisi regulasi pengadaan bahan baku lateks dari petani. “Di Musi Banyuasin intinya adalah ingin menjadikan UMKM berdaya saat pandemi apalagi di masa new normal ekonomi baru seluruh paradigma baru dan UMKM lebih adaptif juga berkembang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.
Paparan terperinci dan menarik yang disampaikan Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mendapat apresiasi dan support dari peserta seperti Roki Rimawan yang menanyakan soal aspal karet, sangat mengapresiasi inovasi dan kebijakan Bupati dalam meningkatkan perekonomian petani karet, dan ia berharap apa yang dilakukan Pemkab Muba dapat berjalan lancar sesuai dengan harapan bersama.(red/rel)



