- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Ratusan Orang Tewas dan Ribuan Korban Luka akibat Ledakan di Lebanon
# Donald Trump Menduga Itu Serangan
PALEMBANG, SIMBUR – Salah satu ledakan terbesar di dunia menghancurkan pelabuhan Beirut di Lebanon, Selasa (4/8) malam. Ledakan tersebut menewaskan ratusan orang dan ribuan korban lainnya mengalami luka-luka. Ledakan itu juga menyisakan puing-puing reruntuhan gedung, bangunan dan kendaraan.
Lebih dari 2.750 Ammonium nitrat diduga menjadi penyebab utama ledakan dahsyat itu. Percikan api awalnya diduga berasal dari seorang tukang las hingga menyambar uap pupuk yang telah disimpan selama hampir enam tahun. Ledakan terlihat seperti awan tebal menyerupai jamur merah kekuningan yang menyelimuti jalan sekitar pelabuhan dan membakar sejumlah gedung. Warga yang selamat berusaha mencari korban di tengah reruntuhan.
Sal dan ruangan rumah sakit malam itu nyaris rusak karena tak kuasamenampung lebih dari 4.000 korban luka akibat ledakan yang terdengar hingga radius 125 mil dari Siprus. Regu penyelamat pun bekerja siang malam di sebuah negara kecil yang tengah limbung akibat krisis ekonomi selama berapa puluh tahun.
Warga yang tinggal di Beirut terbangun saat pagi dan membaca adegan kehancuran. Diwarnai kepulan asap yang mengepung pelabuhan. Jalan di pusat kota pun berserakan sampah, rongsokan kendaraan, serta bangunan yang terbelah.
Palang Merah Lebanon melaporkan telah merekam bencana yang sangat besar. Korban jiwa ada di mana-mana. Lebih dari 100 orang telah kehilangan nyawa hingga pagi itu.
Perdana Menteri Lebanon Hasan Diab pun mengaku bertanggung jawab terhadap semua korban dan berjanji akan membayar semua biaya untuk pengobatan korban selama di unit gawat darurat. “Saya mengirim permohonan mendesak kepada semua negara yang berteman dan bersaudara dan mencintai Lebanon untuk berdiri di sisi kami dan membantu kami, mengobati luka yang dalam ini,” ungkap Hasan Diab.
Sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan negara di Timur Tengah telah menawarkan bantuan kepada negara yang dilanda krisis ganda, ekonomi dan virus Corona. Termasuk musuh bebuyutan Lebanon, yakni Israel pun turut menawarkan bantuan.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan, ledakan dahsyat yang terjadi di Beirut merupakan sebuah serangan. Meski demikian, pemimpin Lebanon telah menyebut bahwa penyebab ledakan adalah bahan kimia yang tersimpan di gudang selama beberapa tahun. “Amerika Serikat siap membantu Lebanon. Kelihatannya seperti serangan yang mengerikan,” ungkap Donald Trump saat memimpin rapat di Gedung Putih, sebagaimana dilansir Reuters.
Ketika ditanya terkait gambaran serangan yang dimaksud, Trump mengatakan, dirinya telah bertemu dan mendapat laporan sejumlah jenderal AS yang menilai itu bukan peristiwa ledakan biasa. “Mereka (jenderal AS) melihat dan menduga ledakan itu serangan dari berbagai jenis bom,” ungkap Trump tanpa menyebut nama dan identitas para jenderal. (kbs/dailymail/reuters)



