- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Siagakan Sembilan Unit Helikopter Water Bombing
PALEMBANG, SIMBUR – Gubernur Sumsel H Herman Deru meninjau secara langsung peralatan pemadaman kebakaran hutan Rabu (29/7). Alat tersebut berupa helikopter water bombing sebagai salah satu upaya antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan.
Dalam tinjauannya di Base OP Lanud Talang Betutu Palembang tersebut Herman Deru mengecek satu persatu dari 9 unit helikopter water bombing yang ada. Delapan helikopter diantaranya langsung didatangkan dari Rusia. Sementara, satu unit lagi helikopter berasal dari Amerika.
Gubernur menyebut, saat anomali cuaca yang memasuki musim kemarau ini, Pemprov Sumsel dan pihak terkait lainnya sudah melakukan upaya antisipasi guna mencegah terjadinya karhutla di Sumsel tahun ini. “Masyarakat Sumatera Selatan juga saya ajak untuk ikut terlibat langsung dalam antisipasi karhutla. Kami akan bentuk Satgas khusus yang SK-nya segera saya tandatangani. Kami tetap berdoa tahun ini meskipun sudah masuk musim kemarau namun karhutla tidak terjadi. Apalagi cuaca tetap bersahabat hujan masih turun di Sumsel,” tegas Herman Deru.
Dia menyebut pesan serta masyarakat sangat penting dalam mencegah karhutla di Sumsel ini. Dengan demikian, seluruh pihak satuan tugas termasuk di dalamnya kolaboratif antar unsur Polri/TNI, serta pemerintah daerah.
“Dengan melihat 9 water bombing yang siaga dengan 8 unit kapasitas 4 ton berasal dari Rusia dan 1 unit kapasitas 5 ton berasal dari Amerika yang besar sekali. Satu pesawat patroli dan satu pesawat cesna. Begitu lengkapnya peralatan dengan pembiayaan yang dibilang hampir unlimited. Kami satgas kolaboratif unsur TNI/Polri serta pemerintah daerah tetap saja yang paling penting adalah peran masyarakat,” katanya.
Dia menyebut pada tahun ini satuan tugas sudah melakukan water bombing sabanyak 600 kali yang sangat berpengaruh hingga saat ini. “Jangan membuka lahan dengan cara dibakar. Jangan biarkan setitik api pun dan sekecil apa pun terjadi,” imbuhnya.
Herman Deru menyebut, dengan 1,4 juta lahan gambut yang berpotensi kebakaran di 10 kabupaten/kota yang rawan kebakaran lahan antara lain Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Banyusin, Pali, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu Timur, Muratara, Musi Rawas, dan Muara Enim. Dia berharap seluruh masyarakat Sumsel dapat memberikan informasi titik api guna mencegah karhutla.
“Kami sadari Sumsel dengan 1,4 juta lahan gambut berpotensi kebakaran yang dapat terjadi karena ulah manusia dan karena alam itu sendiri. Jadi ini perlu kewaspadaan dan informasi dari masyarakat. Para pekerja di udara, di darat, bahkan kelompok tentu berharap masyarakat ini memberikan informasi titik api guna mencegah terjadinya kebakaran lahan,” harapnya.
Dengan Peralatan lengkap dan pembiayaan sudah sangat siap HD juga menegaskan bahwa Badan Pengkajian dan Penerapat Teknologi ( BPPT) siap untuk melakukan hujan buatan. Dengan menggunakan standard Indeks Standard Pencemaran Udara (ISPU) Ia mengatakan bahwa pada tahun 2020 ini memasuki batas normal dan tidak menganggu penerbangan udara.
“Kami menggunakan standar Ispu yang sampai sekarang Alhamdulillah ditahun 2020 ini normal. Jadi ukurannya itu bukan kabutnya dan ada standard penerbangan, sampai sekarang belum ada satupun pesawat yang delay dikarenakan kabut asap,” katanya.
Pada 2020 ini ada yang berbeda. Gubernur Sumsel telah menunjuk bupati/walikota sebagai ketua satuan tugas di masing-masing kabupaten/kota serta memberikan pendanaan Rp45 miliar.
“Tahun ini berbeda. Saya bukan hanya menunjuk bupati/wali kota untuk menjadi satgas provinsi dan menjadi ketua satgas di kabupaten/kotanya. Kami biayai juga dengan pendanaan Rp45 miliar yang termasuk juga belanja benda tidak habis pakai,” paparnya.
Gubernur juga menerapkan sanksi kepada para pembuat kebakaran lahan sesuai undang-undang yang berlaku kepada para pelaku pembakaran serta pemilik lahan. “Kami akan kenakan sanksi sesuai UU yang berlakku baik Peraturan Menteri LHK 10 tahun 2010 dan segala turunannya. Jika dulu hanya pelaku namun sekarang saya minta satgas untuk menyelidiki si pemilik lahan tersebut termasuk perorangan yang membiarkan lahannya terbengkalai dan mengakibatkan kebakaran mak akan ditindak,” tandasnya.(kbs)



