Kampus UIN Raden Fatah Tutup,1.680 Peserta UTBK-SBMPTN Unsri Direlokasi

PALEMBANG, SIMBUR – Mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan kampus, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang ditutup selama lebih kurang empat belas hari, terhitung 1-15 Juli 2020. Akibat penutupan kampus UIN Raden Fatah Palembang itu, Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Universitas Sriwjaya tahap pertama yang dimulai 5-14 Juli 2020 terpaksa dibatalkan.

Ketua Panitia UTBK-SBMPTN Universitas Sriwjaya, Prof Zainudin Nawawi mengatakan, UIN Raden Fatah Palembang menghentikan seluruh aktivitas kampus terkait Covid-19. Karena itu, UTBK tahap pertama tidak dapat dilaksanakan. “Ada 1.680 peserta yang mengikuti UTBK di UIN, namun melihat kondisi yang ada maka peserta tidak perlu hadir di lokasi ujian pada jadwal yang tertera di kartu peserta,” ujarnya sembari menambahkan, relokasi peserta UTBK di UIN Raden Fatah Palembang dimulai sesi pertama (5 Juli) hingga sesi 37 (14 Juli) akan direlokasi ke tahap kedua (20-29 Juli).

Dikonfirmasi, Humas UIN Raden Fatah Palembang, Elisma Harfiani membenarkan penutupan kampus tersebut. Bukan hanya ditutup, pihak kampus juga menyelenggarakan perkuliahan dari rumah sampai akhir semester ganjil tahun akademik 2020/2021. “Yang jelas, kampus ditutup sampai akhir semester ganjil 2020-2021. Selanjutnya untuk semester genap kami lihat situasi dan kondisinya,” kata Elisma Harfiani kepada Simbur, Minggu (5/7).

Sebelumnya, Rektor Muhamad Sirozi mengatakan, meski kampus ditutup, seluruh sivitas akademika diharapkan agar tetap fokus, kreatif, inovatif, dan produktif di tengah Pandemi Covid-19. “Saya sebagai rektor menilai, memandang perlu untuk menyampaikan beberapa
imbauan. Untuk kejelasan dan ketentraman bagi seluruh karyawan dan anggota sivitas akademika agar tetap fokus, kreatif, inovatif, dan produktif di tengah Pandemi Covid-19 yang terus memberi ancaman,” ungkapnya.

Rektor meminta semua kantor dikosongkan dan disemprot dengan cairan desinfektan. Rektor menekankan hanya petugas yang benar-benar urgen dan mendapat izin pimpinan yang boleh masuk kantor. “Sekuriti sudah kami beri kewenangan untuk mencegah siapa pun untuk memasuki area perkantoran tanpa ada izin khusus dari pimpinan yang akan diberikan melalui Gugus Covid-19,” katanya.

Wakil Ketua Gugus Covid-19 UIN Raden Fatah Palembang, Dr Kun Budianto mengatakan, pihaknya akan melakukan pendataan dan tracing untuk mendapat kepastian informasi yang valid bagi masyarakat. Dijelaskannya, gugus tugas tersebut akan menunjuk satu orang sebagai juru bicara yang diberi otoritas memberikan penjelasan secara proporsional kepada pers atau masyarakat.

“Masing-masing pimpinan fakultas dan unit akan memastikan bahwa 14 hari ke depan tidak ada staf yang melayani mahasiswa secara face to face. Apa pun alasannya. Abaikan berita yang beredar di media massa jika tidak didukung oleh data dan sumber data yang valid,” tegasnya.

Dia menambahkan, gugus tugas itu memastikan pelaksanaan tes swab di puskesmas pembantu (Pustu) kampus UIN Raden Fatah wajib menerapkan prosedur perlidungan yang ketat atau dihentikan saja. “Jangan share data atau informasi yang belum valid. Gunakan japri untuk hal-hal yang bersifat private dan personal,” imbaunya.

Dosen dan karyawan yang terpapar Covid-19, lanjut dia, telah dikomunikasikan dengan pihak berwewenang dan mendapat perawatan sebagaimana mestinya. “Untuk sivitas akademika yang mengetahui bahwa dirinya atau koleganya sudah positif terpapar Covid-19 wajib bersikap jujur dan terbuka pada petugas gugus tugas,” harapnya.

Dia mengatakan, semua informasi akan dirahasiakan dan hanya akan disampaikan pada pihak yang berwewenang dan berkompeten untuk memberi bantuan penanganan. “Tidak untuk di-share di WAG atau disampaikan ke media massa,” jelasnya sembari menambahkan, bagi sivitas akademika yang terbukti tidak jujur terkait status Covid-19 pada dirinya, dan dengan sengaja melanggar aturan, imbauan, atau aturan yang telah ditetapkan, pihak kampus akan memberikan sanksi.(rgs/kbs)