- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Alokasi Anggaran Karhutla Sumsel Sekitar Rp100 Miliar, Baru Akan Digelontorkan Rp45 Miliar untuk 10 Kabupaten
PALEMBANG, SIMBUR – Mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan tahun 2020, Gubernur Herman Deru dikabarkan bakal menggelontorkan dana sebesar Rp45 miliar dari APBD untuk 10 kabupaten yang rawan karhutla. Pemprov Sumsel sendiri masih memiliki anggaran lebih dari Rp100 miliar yang diperuntukkan untuk penanggulangan karhutla.
“Provinsi memiliki anggaran itu. Jumlahnya sekitar Rp100 miliar. Tentu itu digunakan untuk penanggulangan karhutla ini,” jelas Gubernur usai menjadi Irup Apel Kesiapsiagaan Personel dan Peralatan Penanggulangan Karhutla Provinsi Sumsel di lapangan Kebun Raya Sriwijaya Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (30/6).
Gubernur juga menginstruksikan agar kabupaten yang berpotensi karhutla untuk membentuk satuan tugas dan menyiapkan peralatan sebagai upaya penanggulangan. “Baru tahun ini Pemprov Sumsel memberikan bantuan senilai Rp45 miliar untuk kabupaten terdampak guna membeli alat yang tidak habis pakai,” kata Gubernur.
Menurut Gubernur, 10 kabupaten yang mendapatkan bantuan anggaran penanggulangan karhutla tersebut yakni, Kabupaten Ogan Ilir, Banyuasin, Pali, Muba, OKI, OKUT, Muratara, Muara Enim, Musi Rawas, OKUS. “Besaran anggaran yang diberikan untuk tiap kabupaten tersebut jelas berbeda. Itu akan ditentukan dari luas lahan di kabupaten tersebut,” paparnya.
Tidak hanya itu, dia menyebut juga ada emapat kabupaten yang diberikan layar informasi indeks standar pencemaran udara (ISPU). “Ada empat kabupaten yang mendapatkan layar informasi ISPU tersebut. Dengan begitu bupati maupun masyarakatnya bisa tahu kondisi indeks pencemaran udaranya berapa,” tuturnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, Pemprov Sumsel juga saat ini mendorong perusahaan khususnya di bidang perkebunan untuk turut membantu dalam penanggulangan karhutla yang terjadi setiap tahun ini. “Bukan hanya bantuan moril kepada masyarakat. Kami juga mewajibkan perusahaan tersebut dalam hal penanganan. Ini dibuktikan oleh perusahaan tersebut salah satunya bantuan helikopter untuk memonitor lahan-lahan yang rawan terbakar. Karhutlah ini juga ditentukan oleh curah hujan. Jika curah hujan rendah maka potensi karhutlah cukup tinggi, begitupun sebaliknya. Sebab itu kita butuh pengawasan bersama,” jelasnya.
Disinggung soal kemungkinan bertambahnya bantu anggaran dari Pemprov Sumsel ke kabupaten rawan karhutla, Gubernur dengan optimis mengiyakan. “Apalagi ini pertama kali, tentu penambahan bantuan sangat memungkinkan. Mungkin tahun ini anggaran tersebut tidak cukup. Jika kinerja mereka terlihat, tentu bantuan ini akan bertambah,” bebernya.
Dengan bantuan anggaran tersebut dia berharap, Sumsel dapat terbebas dari karhutlah yang selalu menjadi ancaman setiap tahunnya. “Namun ini juga harus ada peran dari masyarakat. Sejauh ini kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan secara ilegal dengan cara membakar sudah cukup tinggi. Kalaupun nantinya masyarakat ingin membuka lahan baru bisa berkomunikasi dengan Gapoktan yang telah dibentuk untuk selanjutnya dikomunikasikan kepada Dinas Pertanian untuk peminjaman alat membuka lahan baru seperti ekskavator. Dengan kerjasama demikian maka kami yakin karhutlah tidak akan terjadi lagi,” timpalnya.
Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan menilai langkah dan kebijakan Gubernur Herman Deru dengan memberikan bantuan tersebut merupakan bentuk keseriusan kepala daerah dalam menyikapi persoalan karhutla. Sebab itu, sebagai institusi yang terlibat dalam penanggulangan karhutla di Sumsel. Pihaknya menurunkan sedikitnya 1.000 personel untuk melakukan pencegahan, pengawasan di titik-titik rawan karhutla.
“Tentu ini langkah serius dari Gubernur dan harus didukung penuh. Karena itu, kami sudah siapkan seribu personel untuk pengawasan dan penanggulangan. Kalau kurang, kami tambah lagi. Intinya kami sudah menyiapkan. Terlebih kami juga sudah membentuk subsatgas di kabupaten/kota. Ini tinggal berjalan saja,” ujar Pangdam.
Senada, Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri mengatakan, karhutla ini sudah setiap tahunnya terjadi. Maka itu, dalam menanggulanginya dibutukan edukasi serta ajakan secara masif kepada masyarakat agar tidak membuka lahan secara ilegal. Beberapa hari kamarin, ungkap Kapolda, sudah mengecek kekuatan personel dan ketersedian peralatan untuk digunakan dalam penanganan karhutla.
“Alat ini sebagai konsep terakhir. Dengan harapan karhutla tidak terjadi tahun ini. Pencegahan ini bisa kami lakukan secara bersama. Kami juga sudah menyebarkan maklumat kepada masyarakat tentang dampak dan bahayanya Karhutla. Kami juga sudah membentuk relawan peduli karhutla,” papar Kapolda.
Di tempat yang sama, Wakil Bupati OKI HM Djakfar Shodiq mengapresiasi langkah yang dilakukan Gubernur Sumsel dengan memberikan bantuan penanggulangan karhutla. Kabupaten OKI memiliki lahan yang berpotensi terbakar paling luas sangat membutuhkan bantuan itu. “OKI mendapatkan bantuan Rp8 miliar karena Gubernur tahu betul OKI ini memiliki wilayah paling luas,” katanya.
Menurutnya, bantuan tersebut salah satunya akan diperuntukan untuk pengadaan alat baru dalam penanggulangan karhutla. “Yang jelas utamanya untuk peralatan dan sarana prasarana. Saat ini kami telah membentuk satuan tugas di beberapa desa yang dinilai luas dan rawan karhutla. Seperti di Desa Cengal, Tulung Selapan, Pampangan, Pedamaran dan Mesuji,” pungkasnya.
Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA menegaskan dirinya sudah mengeluarkan instruksi dan membentuk posko siaga karhutla di masing-masing kecamatan khususnya di area rawan. “Pembentukan posko ini melibatkan OPD di Pemkab Muba yang bersinergi dengan aparat TNI dan Polri. Kami sangat all out, dalam upaya pencegahan karhutbunlah tahun 2020 ini,” ungkap Dodi Reza.
Lanjutnya, adapun tujuh instruksi tegas yang dikeluarkan sejak tahun 2019 lalu yakni diantaranya sinkronisasi satuan tugas siaga karhutla Kabupaten Muba dengan satuan tugas Provinsi Sumatera Selatan, membagi tugas Satgas dengan melibatkan stakeholder. Optimalisasi peralatan produksi pertanian yang pada kelompok tani untuk membantu pemadaman kebakaran.
Selanjutnya, memberikan sanksi tegas kepada pelaku pembuka lahan dengan cara pembakaran atau pembakaran pasca panen. Selain itu, memperkuat sarana dan prasarana pemadaman kebakaran serta personel terlatih pada regu pemadaman kebakaran perusahaan perkebunan. “Perusahaan-perusahaan diminta juga untuk aktif dalam upaya pencegahan dan edukasi karhutla di masing-masing wilayah operasional,” tegas.
Ia menambahkan, melalui dana APBD Muba juga telah menyediakan sarana prasarana serta fasilitas pemadam kebakaran. “Fasilitas alat pemadam kebakaran sudah disebar terutama di daerah rawan karhutla,” jelasnya.
Dodi juga menegaskan, dirinya mewajibkan perangkat kecamatan dan perangkat Desa agar stand by di wilayah masing-masing. “Camat dan kades wajib berada di tempat, sosialisasi dan edukasi warga agar tidak melakukan pembakaran hutan untuk membuka lahan,” tegasnya.
Hadir pula dalam apel tersebut, Komandan Korem (Danrem) 044/Gapo Brigjen Tni Jauhari Agus Suraji SIP SSos, Wakajati Sumsel Oktavianus SH MH, Kepala Pengadilan Negeri Sumsel Ohan Burhanudin Purwawangca SH MHum, Bupati OI H Ilyas Panji Alam, Bupati OKU, Bupati OKUT, Bupati Banyuasin, Plh Bupati Muara Enim, Bupati Muratara, Bupati Pali, dan Walikota Lubuklinggau.
Selain itu, Asops Kasdam II/Swj Kolonel Inf H D. Arifin Simajuntak, Kapendam II/Swj Kolonel Inf Djohan Darmawan, Dandim 0402/OKI Letkol Czi Zamroni S.sos, para dandim, Kapolres Ogan Ilir AKBP Imam Tarmudi, Danlanal Kolonel Laut (P) Dwi Prasetiyo Rahandra Nugroho, DanLanud Kolonel (Pnb) Firman Wirayuda ST MSocSc, Danramil Jajaran Kodim 0402/OKI, Kapolsek Indralaya Utara, BPBD Provinsi Sumsel, BPBD Ogan Ilir, Dishub, Pol PP, dan Manggala Agni Ogan Ilir.
Pada apel kesiapsiagaan personel penanggulangan bahaya karhutla, sejumlah peralatan diperagakan dan dipamerkan. Di antaranya 2 unit perahu karet (Bekang II Dam Sek), 3 unit mesin Sibahura, 3 unit pompa apung, 3 unit mesin pemadam, 2 unit mesin jinjing, 2 unit mesin SCBA, 2 set pakaian APD lengkap. Kemudian, 2 unit mesin genset, 4 unit mesin dukung pump, 1 unit motor pemadam, 3 unit mesin Thohatsu V82, 5 unit mesin TF 516, 12 unit mesin mini 2 unit helikopter patroli dan waterbombing, 2 unit drone, 5 unit GPS, 2 unit HP Satelit, dan 1 Unit AWS (Automatic Weeder Statnce).
Sementara, kekuatan personel penanggulangan bahaya karhutla meliputi, 1 SSK Pasukan TNI (Kodim, TNI AL, TNI AU ), 1 peleton Polres Ogan Ilir, 1 peleton Pol PP, 1 peleton damkar, 1 peleton Dishub, 1 peleton Manggala Agni, 1 peleton BPBD, 1 peleton MPA, dan 1 peleton Pasukan Kesehatan Ogan Ilir.(kbs/rel)



