- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Gubernur Bantu Kabupaten/Kota di Sumsel Lebih dari Rp500 Miliar
PALEMBANG, SIMBUR – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru dikabarkan telah menggolontorkan dana Anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) lebih dari Rp500 miliar. Bantuan disalurkan untuk membantu sekaligus menstimulasi bupati dan wali kota di Sumsel membangun daerahnya masing-masing. Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Provinsi Sumsel, Septriandi S Permana, Minggu (14/6).
Dikatakan Andi, sapaan Septriandi, inisiatif Gubernur H Herman Deru merupakan wujud perhatiannya kepada bupati/wali kota di Provinsi Sumsel, yang saat ini tengah berjuang memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Diketahui, anggaran tersebut telah dikucurkan melalui bantuan gubernur kepada17 Kabupaten/kota di Provinsi Sumsel. Dari 17 daerah tersebut saat ini surat keputusan (SK) 14 daerah telah ditandatangani. “Gubernur Herman Deru sangat mengerti dan memahami perasaan bupati dan walikota. Karena itu, tahun 2020 ini telah dianggarkan dana ban-gub lebih dari Rp500 miliar untuk 17 kabupaten/kota se-Sumsel. Angkanya bervariasi. Sampai saat ini SK ban-gub yang sudah ditandatangani sebanyak 14 daerah, antara lain OKU, Muba, Pagaralam, Empat Lawang dan Musirawas. Tiga daerah lagi sedang verifikasi,’’ ungkapnya.
Lebih jauh Andi menuturkan, disampaikan Gubernur, Herman saat ini pemerintah pusat, Pemprov Sumsel bersama bupati dan walikota sedang fokus menangani pencegahan dan upaya memutus mata rantai pandemi Covid-19. Sesuai arahan Presiden, tiga dimensi, yaitu kesehatan, sosial dan ekonomi harus sama-sama mendapat perhatian yang serius.
“Artinya, pembangunan ekonomi harus juga diperhatikan secara serius dan proporsional. Meskipun masa pandemi, namun pertumbuhan ekonomi di Sumsel masih masih tetap terjaga dengan baik,” katanya.
Program dana ban-gub, lanjutnya, juga bertujuan membantu bupati dan wali kota untuk menggerakkan ekonomi di daerah masing-masing. “Diharapkan dengan adanya Bangub ini pembangunan infrastruktur di daerah tidak berhenti total,’’ tambahnya.
Selain itu pula, menurutnya, pengalaman Herman Deru menjadi Bupati OKU Timur dua periode, telah menginspirasi gubernur untuk memberikan perhatian yang lebih kepada seluruh kabupaten/kota se-Sumsel.
Mengingat tidak semua kabupaten dan kota mempunyai dana APBD yang besar sehingga bupati dan walikota sangat mengharapkan bantuan dan dukungan dana APBD Provinsi. “Visi Sumsel Maju untuk Semua itu diwujudkan dengan perhatian gubernur kepada kabupaten dan kota secara konkrit dan proporsional,’’ pungkas Andi.
Di lain pihak Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Herman Deru yang telah menggelontorkan dana bangub sekitar Rp30 miliar kepada Pemkot Pagaralam. “Dana tersebut akan dipergunakan sebaik-baiknya untuk membangun infrastruktur di Pagaralam, antara lain perbaikan jalan dan irigasi. Kami sangat berterima kasih dan salut atas perhatian Pak Gubenur. Bangub ini sangat membantu kami,’’ kata Alpian.
Hal senada disampaikan Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad. Menurutnya dana bangub tersebut memang sangat ditunggu-tunggu untuk membiayai pembangunan infrastruktur di daerah mereka masing-masing. Apalagi tahun 2020 ini, sebagian besar anggaran APBD telah dialihkan untuk penangangan Covid. “Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Empat Lawang kami sangat berterima kasih kepada Pak Gubernur yang telah menggelontorkan bangub sebesar puluhan miliar rupiah untuk kabupaten Empat Lawang,’’ ujar Joncik.(kbs)



