- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Tak Mau Kecolongan Lagi, Wali Kota Prabumulih Siap Berlakukan New Normal Usai PSBB
PRABUMULIH, SIMBUR – Pemerintah Kota Prabumulih telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mulai diberlakukan pada 26 Mei 2020. Wali Kota Prabumulih Ridho Yahya mengatakan, selain penyaluran insentif bagi tenaga kesehatan yang sudah dilakukan sebelum Idulfitri 1441 Hijriah, pihaknya juga telah melakukan berbagai upaya memutus mata rantai Covid-19 di Prabumulih.
Tak hanya menyemprotkan disinfektan, lanjut Ridho, pihaknya bahkan telah mendistribusikan hampir 57 ribu masker ke masyarakat. Agar lebih cepat melakukan pencegahan dan tidak.lagi kecolongan, pihaknya pernah berencana membeli PCR untuk memudahkan pemeriksaan sampel di Prabumulih.
“Untuk pasien 02 kami kecolongan. Karena kabar positif itu baru didapat setelah seminggu pasien meninggal. Makanya kami tidak mau lagi kecolongan, karena belum boleh beli PCR kami pakai rapid test. Kini sudah 3.600 rapid test yang dimanfaatkan,” jelasnya.
Saat ini diakuinya kurva pasien positif Covid di Prabumulih sudah mulai stagnan. Apalagi ditambah PSBB sehingga mereka yakin bisa segera memberlakukan New Normal di Prabumulih.
Sementara, Gubernur Sumsel H. Herman Deru beserta rombongan juga mengecek pelaksanaan PSBB di Kota Prabumulih. Selain memastikan penerapan PSBB berjalan lancar, peninjauan ini sekaligus mengevaluasi PSBB, apakah dilanjutkan atau tidak ke depan.
Menurut Gubernur, kunjungannya beserta staf kali ini juga dalam rangja evaluasi tingkat kesadaran masyarakat setelah PSBB diberlakukan. Apakah kesadaran menerapkan protokol kesehatan semakin baik, termasuk mengecek tingkat pelanggaran yang terjadi. Juga melihat pola hidup sehat masyarakat setempat melalui ketersediaan disinfektan serta hand sanitizer di ruang-ruang publik.
“Alhamdulillah. Saya hampir tidak melihat orang yang tidak pakai masker. Artinya kesadaran masyarakatnya tinggi. Orientasi ini adalah memutus mata rantai Covid. Maka poin utama dalam pelaksanaan ini petugas memang harus tegas tapi humanis. Karena ini sewata utk kepentingan masyarakat itu sendiri,” bebernya.
Pada kesempatan itu Gubernur juga mulai mensosialisasikan rencana pelaksanaan New Normal yang kini tengah digalakkan pemerintah di 25 kota sasaran termasuk Palembang dan Prabumulih. “Makanya saya investigasi langsung. Tidak hanya dengar dari laporan saja. Sekalian saya warning juga kalo Prabumulih mau masuk New Normal indikatornya harus dipenuhi dulu,” tegasnya.
Beberapa indikator yang harus dimiliki kota-kota sasaran New Normal diantaranya ada penurunan angka kasus positif Covid, kemudian peningkatan angka kesembuhan pasien Covid serta rendahnya angka kematian akibat virus tersebut. Dijelaskan Gubernyr, New Normal merupakan sesuatu kebijakan yang cukup ditunggu masyarakat. Seperti pedagang, pelajar yang ingin semuanya kembali normal. Termasuk juga dalam pelayanan pemerintahan. Oleh karena itu, Gubernur berharap tak hanya Prabumulih, namun kabupaten kota lain juga mulai mempersiapkan diri menghadapi kabar baik tersebut.
“Karena kalau tidak siap, pemulihan aktivitas juga akan ikut terlambat. Jika aktivitas berkurang tentu akan ikut mengurangi produktifitas,” jelasnya.
Seperti sering dijelaskannya saat ini Pemprov tetap fokus melakukan cegah tangkal Covid. Mesi demikian, pemerintah juga tetap harus menjaga keseimbangan aspek lain yang tak kalah penting mulai dari kesehatan, ekonomi dan sosial. “Makanya saya apresiasi sekali Prabumulih. Ini kerja luar biasa dari rangking 2 menjadi 7 di Sumsel. Artinya kepercayaan masyarakat pada pemerintahnya sangat tinggi,” tambahnya.
Agar pencegahan penyebaran Covid ini makin maksimal HD mengatakan kesuksesan PSBB sangat penting. Karena jika PSBB ini berhasil artinya edukasi tentang pentingnya protokol kesehatan masyarakat sudah berjalan sebagaimana mestinya.
“Saat ini vaksin dan obat Covid belum ditemukan. Maka tidak heran pemerintah kebijakan yakni berdamai ddan berdampingan dengan Covid. Kita tidak mau gagal ekonomi dan target pembangunan tidak tercapai. Tapi menyelamatkan nyawa tetap nomor satu. Dan itu sesuatu yang harus dijaga bersama sekarang,” jelasnya.
Pada kesempatan itu Gubernur juga tak lupa mengapresiasi Pemkot Prabumulih yang sudah menyalurkan insentif bagi para tenaga kesehatan. Upaya ini diharapkan dapat memompa semangat nakes untuk menghadapi gelombang pasien yang tidak terukur.
Selain memantau penerapan PSBB di titik-titik check poin, Bundaran, Simpang Patung Kuda dan Terminal, Gubernur juga meninjau pasar pagi yang ada di dalam terminal. Di sini Gubernur melihat langsung skema social distancing yang diterapkan bagi pedagang pasar. Sebelumnya Gubernur juga memberikan arahan langsung terkait cegah Covid pada Gugus Tugas Penanganan Covid di Kantor Walikota Prabumulih.(kbs)



