- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Akan Buat Sekretariat setelah Reuni, Tampung Kontribusi Alumni
PALEMBANG, SIMBUR – Reuni emas membawa kenangan tersendiri bagi SMAN 3 Palembang. Ke depan, pihak sekolah dan sejumlah alumnus berencana membuat sekretariat alumni agar komunikasi antar keduanya semakin mudah dan cepat. Hal itu diungkap Kepala SMAN 3 Palembang, Dra Hj Purwiastuti Kusumastiwi, saat dikonfirmasi Simbur, Sabtu (19/10).
“Nantinya para alumnus akan membuat sekretariat alumni di SMAN 3. Jadi itulah salah satu hal yang menguatkan hubungan antar pihak sekolah dan alumnus. Ke depannya. Jika kami membutuhkan sesuatu dari alumni, kalau ada sekretariat maka komunikasinya akan mudah. Apalagi sekarangkan banyak alumnus (jadi) orang hebat, diyakini (akan) ada kontribusinya untuk sekolah,” ungkap Purwiastuti.
Purwiastuti mengatakan, pihak sekolah selalu menjalin tali silaturahmi dan memperkuat komunikasi dengan alumni. “Kalau hubungan silaturahminya kuat dan jika terjadi sesuatu hal atau misalnya membutuhkan sesuatu, pihak sekolah bisa langsung mengomunikasikan dengan alumnus,” katanya.
Dia menambahkan, kehadiran Gubernur dan Kapolda Sumsel di SMAN 3 Palembang menjadi inspirasi bagi siswa. Apalagi, kedua alumnus sekolah tersebut menyempatkan diri untuk berorasi di depan ratusan peserta didik dan alumni.
Purwiastuti memastikan, hadirnya dua tokoh Sumsel itu dalam rangkaian agenda reuni emas SMAN 3 Palembang sangat berdampak positif bagi peserta didiknya. Orasi yang dilakukan keduanya untuk memberikan motivasi kepada siswa SMAN 3 Palembang untuk lebih bersemangat lagi mengikuti jejak-jejak alumni.
“Untuk menggapai cita-cita, peserta didik akan memiliki dorongan yang kuat. Dengan adanya motivasi itu, mereka akan memiliki keinginan untuk sukses menggapai cita-cita. Semoga nanti mereka bisa sukses dalam pekerjaan dan kariernya,” ungkapnya.
Tentu saja, Purwiastuti tidak ingin semangat tersebut luntur begitu saja. Untuk itu, dirinya memastikan jika pihak sekolah akan menjaga semangat itu melalui fasilitas pendidikan yang maksimal. “Untuk menjaga semangat dan motivasi itu, sekolah memberikan fasilitas. Jadi untuk menggapai cita-cita kami mendukung mereka (peserta didik). Contohnya sekolah menyediakan fasilitas literasi seperti buku. Jadi mereka tidak lagi susah mendapat atau membeli buku yang diinginkan. Jadi, sekolah memberikan fasilitas pendidikan kepada mereka (peserta didik) semua,” ujarnya.(dfn)



