- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Kebakaran di Tangga Buntung Undang Kepedulian Gubernur dan Kapolda Sumsel
PALEMBANG, SIMBUR – Kebakaran di dua RT di Karang Anyar Tangga Buntung sedikitnya menghanguskan 62 rumah yang terdiri dari 88 kepala keluarga. Kebakaran yang terjadi Selasa (15/10) sekitar pukul 13.15 siang itu. Sampai saat ini belum diketahui penyebab pastinya.
Kepala Dinas Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (DPB PK) Kota Palembang, Dicky Lenggardi Tatung saat dikonfirmasi Simbur, Selasa (15/10), mengatakan, pihaknya belum mengetahui penyebab kebakaran di area pemukiman padat warga tersebut. “Iya. (tapi) belum tahu apa penyebabnya,” ujarnya seraya menambahkan, untuk menjinakkan api, DPB PK mengerahkan puluhan unit mobil pemadam kebakaran (damkar). “Kurang lebih 12 unit mobil damkar yang dikerahkan,” singkatnya.
Sampai saat ini, penyebab musibah tersebut masih simpang siur. Pasalnya, masyarakat sekitar lokasi ada yang mengatakan akibat dari korsleting listrik, tetapi ada juga yang mengatakan akibat ada yang membakar sampah.
Dari data sementara, rumah yang terbakar di RT 06 berjumlah 36 dengan jumlah 47 kepala keluarga. Sedangkan di RT 08 berjumlah 23 rumah dengan 34 jumlah kepala keluarga. Untungnya, kebakaran hebat tersebut tidak memakan korban jika.
Pasca-kebakaran, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru bersama Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli meninjau langsung lokasi kebakaran yang terjadi di RT 06 dan RT 08 Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Gandus Palembang Jalan PS Ing Kenayan, Rabu (16/10) siang.
Bencana kebakaran yang terjadi, Selasa (15/10) sekitar pukul 13.30 Wib tersebut mengakibatkan 84 Kepala Keluarga (KK) harus kehilangan tempat tinggal. Dalam kunjungannya meliat kondisi warga korban kebakaran ini, Gubernur H. Herman Deru dan Kapolda berkesempatan menyerahkan sejumlah berupa Sembilan bahan pokok (Sembako) dan peralatan sekolah. Selain itu Herman Deru mengecek ketersediaan makanan di dapur umum yang telah didirikan sebelumnya.
Kehadiran Herman Deru ditempat ini setidaknya dapat memberikan rasa sejuk dan melupakan sejenak musibah yang telah menimpa mereka teruama bagi para korban terutama bagi kalangan anak-anak terlihat senang dan senyum sumringah. Apalagi Herman Deru tanpa canggung berinteraksi langsung dengan melempar sejumlah kuiz pertanyaan untuk anak-anak.
Dihadapan para korban kebakaran ini Herman Deru mewakili Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Provinsi dan masyarakat Sumsel menyatakan keperihatinannya atas musibah yang telah menimpa warga RT 06 dan RT 08 Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Gandus
“Saya minta kepada warga yang tertimpa musibah jangan tinggalkan ibadah begitu juga kepada anak anak jangan sampai tidak sekolah. Jadikan musibah ini sebagai pelajaran, yakinlah Pemerintah Provinsi tidak tinggal diam,”tutupnya.
Sementara itu Ricky Fernandi Camat Gandus dalam laporannya menyebutkan bencana kebakaran yang terjadi, Selasa (15/10) sekitar pukul 13.30 Wib tersebut mengakibatkan 59 rumah warga terbakar termasuk Lima unit bedeng. Akibatnya 84 Kepala Keluarga (KK) harus kehilangan tempat tinggal. “Posko terpadu khusus bagi korban kebakaran telah didirikan bertempat di halaman masjid Al Hilaliyah dengan fasilitas seperti dapur umum, air besih serta toilet umum,”katanya.
Atas nama warga, Camat Gandus ini juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sumsel dan Forkopimda yang telah berkenan meluangkan waktu melihat secara langsung para korban kebakaran. (dfn)



