- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Wali Kota: Aset Wisata Palembang Jangan Sampai Ditunggu Makhluk Halus
PALEMBANG, SIMBUR – Wali Kota (Wako) Palembang, Harnojoyo memastikan Lawang Borotan menjadi destinasi wisata baru Kota Palembang. Objek wisata yang menyatu dengan dinding Benteng Kuto Besak (BKB) itu merupakan pintu terakhir yang digunakan oleh Sultan Mahmud Badaruddin saat akan diasingkan ke Ternate.
Ada hal menarik yang terjadi saat pohon beringin di depan pintu itu akan ditebang. Wako menceritakan hal mistis tersebut dalam pidatonya. Namun, hal tersebut tak lepas dari ketidakpedulian semua pihak akan aset sejarah dan budaya sehingga telantar dan dalam keadaan kotor dan jorok.
“Tadi diceritakan oleh Kadin PUPR Kota Palembang, kemarin mesti baca-bacaan (berdoa) dulu saat akan menebang pohon beringin itu. Hal itu akibat terbengkalai, orang lain (makhluk halus) yang menunggunya. Bahkan kelihatan katanya di Hp, tidak tahu bohong atau tidak. Sampai merinding saat berdoa, sempat tidak berani menebang (pohon),” ungkap Harnojoyo, Jumat (27/9).
Wako berharap agar kejadian tersebut tidak terulang kembali. Apalagi, saat akan diresmikan pun sekitar Lawang Borotan masih ada yang terlihat kotor. Bagi Wako, tempat yang bersih, rapi dan indah akan ditempati oleh manusia bukan makhluk lain.
“Kalau itu terbengkalai dan kotor orang lain yang menikmatinya. Jadi kita menikmati tempat ini, bangga dengan kebesaran Sultan Palembang. Apa yang dibuat dengan susah payah justru ditelantarkan. Kalau mau jadi makhluk lain, kita jadikan Palembang ini semuanya kotor, berantakan. Pasti kita urak-urakan semua,” candanya.
Makanya, lanjut Wako, dirinya berharap agar semua pihak meluangkan waktu saat program gotong-royong setiap minggu pagi. “Palembang milik kita, milik anak cucu kita. Jadi aset-aset dijaga agar mereka nanti tahu. Sungai-sungai dibersihkan supaya Venesia dari Timur itu sesuai dengan namanya. Kalau kita punya budaya malu, mari bersama. Mudah-mudahan Palembang akan bersih, rapi dan akan banyak dikunjungi wisatawan dalam negeri maupun luar negeri yang pada akhirnya untuk kesejahteraan masyarakat Kota Palembang,” harapnya.
Seperti diketahui jika devisa negara saat ini yang menjadi primadona adalah di sektor pariwisata yang mengalahkan sektor Migas. Kalau di Palembang sektor Migas tidak ada. “Ada sekitar 73 destinasi pariwisata di Kota Palembang, dimana 19 destinasi di sepanjang Sungai Musi yang jika ditelusuri membutuhkan waktu tempuh selama dua hari. Saat ini yang berkaitan dengan pariwisata Pemkot mendapatkan pajak rumah makan kurang lebih Rp180 miliar, pajak hotel kurang lebih Rp130 miliar, pajak hiburan kurang lebih Rp80 miliar. Semuanya tentu erat kaitannya dengan pariwisata,” kata Wako.
Estimasi PAD Kota Palembang Rp 1,6 triliun dan dari tiga sektor itu menyumbang sekitar Rp500 miliar. Berarti sekitar 30 persen dari target PAD. Oleh karenanya, menjadi tugas semua pihak untuk peduli utamanya BKB yang merupakan kebanggaan kita dan bukti kebesaran sejarah Sultan Palembang.
“Ya kalau kita bangga, nikmati. Untuk menyelesaikan ini butuh waktu 17 tahun bagi sejarawan kita. Sekarang ini tinggal menikmatinya,” pungkasnya.
Diketahui, Lawang Borotan dibangun pada 1882 juga akan dijadikan destinasi wisata barang antik peninggalan Sultan Palembang dan peninggalan Kerajaan Sriwijaya. (rgs)



