- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Mahasiswa Tuntut Hak, Rektor dan Pejabat Kampus Pilih ke Luar Kota
PALEMBANG, SIMBUR – Menuntut hak mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang menggelar demonstrasi di depan gedung rektorat, Kamis (19/9) siang. Aksi berakhir tanpa hasil. Pasalnya, rektor dan sejumlah pejabat lainnya tidak menemui massa aksi dan memilih ke luar kota. Alhasil, demo yang sudah berlangsung selama dua hari berturut-turut itu tidak membuahkan hasil apa-apa.
Kordinator aksi, Samsul Bahri dalam orasinya bahkan mengatakan jika demo di hari kedua hanya diikuti sedikit mahasiswa, karena diduga ada intimidasi terhadap para mahasiswa oleh pihak kampus. “Hari ini kami lebih sedikit yang datang karena kawan-kawan banyak takut (ikut aksi). Diduga kuat ada ancaman pihak kampus yang mengintimidasi dan menekan kami. Kami di sini bukanlah musuh akan tetapi anak kalian. Tapi kami tidak dianggap, Rektor saja tidak mau menemui dan langsung pergi ke luar kota,” teriaknya lantang.
Samsul Bahri juga menanyakan kejelasan terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT) atau Biaya Kuliah Tunggal (BKT). “Hak kami UKT atau BKT. Bagaimana kejelasannya dan rinciannya. Padahal kalau sudah sistem (UKT), sampai sarjana tidak lagi di pungut biaya,” tanya demonstran.
Dirinya sangat menyesalkan respon yang diberikan pihak rektorat kepada massa aksi. Mahasiswa semakin yakin jika ada hal yang tidak beres dalam pengelolaan hak-hak mahasiwa UIN yang dituntut. “Untuk pak Rektor, kami akan tetap melakukan aksi sampai Rektor berdiri di hadapan kami. Ketika pemimpin lari dari tanggungjawabnya maka harus dipertanyakan bahwa ada yang keliru dan ada kejangkalan. Kenapa tidak satupun pihak rektorat hadir di sini,” sasalnya. (rgs)



