- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Kondisi Mesuji OKI Aman dan Kondusif Pasca-Bentrok
KAYUAGUNG, SIMBUR —Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir bersama aparat TNI/Polri memastikan situasi keamanan pascabentrok warga Mesuji OKI dengan Mesuji Lampung saat ini kondusif.
“Situasi masih terkendali. Masyarakat tidak perlu khawatir. Percayakan kepada aparat keamanan. Mari sama-sama menjaga kondusifitas,” kata Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Drs H Antonius Leonardo MSi saat menyambangi keluarga korban bentrok di register 45 Mesuji Lampung, Kamis, (18/7).
Anton mengimbau seluruh pihak untuk merajut persaudaraan dan kerukunan juga menahan diri serta jangan sampai terprovokasi. “Kami pemerintah daerah sangat berbela sungkawa juga merasakan kesedihan keluarga namun harus ikhlas, menahan diri dan sabar,” ungkapnya kepada keluarga korban.
Kapolres OKI, AKBP, Doni Eka Saputra memastikan kondisi Pematang Panggang Mesuji OKI aman dan kondusif hingga saat ini dan masyarakat beraktivitas seperti biasa. “(Kondisi) Aman. (Jumlah) korban sama seperti kemarin,” ungkap Kapolres dikonfirmasi, Kamis (18/7).
Meski demikian, Kapolres OKI mengungkapkan jajarannya tetap siaga untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. “Kondisi kondusif, namun kami tetap siaga. Kami sebar personel untuk berjaga bahkan ada bantuan personel dari Brimob dan Polda Sumsel,” ungkapnya.
Dony juga meminta kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi. Apalagi mendengar sudah ada pesan berantai melalui media sosial yang menyatakan kondisi di Mesuji OKI tidak aman. “Tidak benar itu. Kami imbau agar masyarakat tidak panik dan semua harus tenang. Percayakan penyelesaian konflik ini kepada TNI dan Polri. Sebab, jumlah personel gabungan TNI dan Polri baik di Mesuji OKI maupun Mesuji Lampung yang disiagakan di lokasi sudah cukup untuk mengamankan TKP,” ungkap Kapolres.
Sejak bentrok terjadi, tambahnya aparat sudah melakukan pengamanan dalam rangka meredam situasi, melokalisir, dan meredam konflik yang sudah berjalan. Selain itu menurutnya, korban seluruhnya sudah dibawa ke RS rumah sakit untuk diberikan pertolongan dan yang meninggal dunia sudah dimakamkan.
Diwartakan, bentrok antara dua kelompok warga akibat rebutan lahan terjadi di Register 45 Desa Mekar Jaya Abadi Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, Rabu (17/7) sekitar pukul 14.00 WIB. Dua kelompok yang bertikai yakni warga Mekar Jaya Abadi Mesuji Lampung dengan kelompok Mesuji Raya warga Desa Pematang Panggang, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan. Akibat peristiwa itu, 4 orang dari kelompok Mesuji Raya, OKI tewas mengenaskan.
Empat korban tewas dari kelompok Mesuji OKI yakni Abdul Roni (35) alias Roni Skop bin Skop, warga Dusun 1 Desa Pematang Panggang Kecamatan Mesuji Kabupaten OKI, ditemukan tewas di TKP. Kemudian, Rowi (30) bin Skop, warga Dusun 1 Desa Pematang Panggang Kecamatan Mesuji Kabupaten OKI, ditemukan tewas di TKP. Roni dan Rowi merupakan kakak beradik sekandung yang tewas saat bentrok terjadi.
Selanjutnya, Dali (28), warga Desa Pematang Panggang Kecamatan Mesuji Kabupaten OKI tewas setelah sempat dirawat di RS Penawar Medika Tulang Bawang. Terakhir, Jeman (32) warga Desa Pematang Panggang Kecamatan Mesuji Kabupaten. Sementara, dari kelompok Mesuji Lampung, ada 6 orang mengalami luka bacok yakni Yudi, Jono, Budi, Haryono, Rahmat dan Ipul. Korban luka kini tengah dirawat di Puskesmas Simpang Pematang, dan Klinik Asa Medika, Simpang Pematang.
Informasi yang berhasil dihimpun, bentrok berawal sekira pukul 11.00 wib datang alat bajak yang melakukan pembajakan di lokasi KHP REG 45 pok Mekar Jaya Abadi. Alat tersebut melakukan pembajakan di areal tanah seluas setengah ha milik Yusuf (41) kelompok Mekar Jaya Abadi.
Hal tersebut diketahui warga Kelompok Mekar Jaya Abadi kemudian warga memukul kentongan. Warga berkumpul lalu mengamankan bajak tersebut sambil menanyakan atas perintah siapa melakukan pembajakan. Tidak lama kemudian operator bajak pulang. Selanjutnya, datang sekelompok warga dari kelompok Mesuji Raya (Pematang Panggang) dengan membawa senjata tajam langsung melakukan penyerangan terhadap warga kelompok Mekar Jaya yang mengamankan bajak tersebut. Terjadilah bentrokan menimbulkan korban jiwa.(tim)



