- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Picanto Ringsek Ditimpa Pohon Tumbang
MUARA ENIM, SIMBUR – Mobil Kia Picanto BG 1193 DP milik Puput, pegawai Akbid Poltekes ringsek akibat ditimpa pohon tumbang di samping pagar Puskesmas Kota Muara Enim. Peristiwa ini, terjadi Rabu (29/05), sekitar pukul 11.45 WIB.
Lambatnya respon Badan Lingkungan Hidup (BLH) yang tidak kunjung menebang pohon disinyalir membawa bencana bagi Akbid Poltekes Muara Enim. Pohon besar dan tinggi tersebut, roboh ditiup angin kencang disertai hujan, dan menimpa gedung ruangan dosen Akbid Poltekes Muara Enim yang bersebelahan dengan pohon tersebut.
Tidak ada korban jiwa dalam kaibat kejadian ini, namun bangunan gedung yang tertimpa pohon mengalami rusak berat begitu juga mobil yang ikut tertimpa mengalami ringsek pada bagian kabinnya.
Menurut dosen Akbid Poltekes Muara Enim, Rita Kamalia dan sejumlah dosen lainnya, pada saat angin kencang disertai hujan tersebut, para dosen tengah berada di ruangan yang tertimpa pohon, karena para mahasiswa sedang melakukan konsultasi. “Tiba-tiba terdengar suara pohon ambruk menimpa gedung yang kami tempati, beruntung tidak ada yang mengalami cedera,” jelas Rita.
Menurutnya, sebelumnya pihak Akbid telah menyampaikan surat resmi kepada BLH untuk meminta supaya pohon tersebut ditebang, karena dikhawatirkan akan tumbang, terlebih kondisi batangnya sudah mulai lapuk.
Bahkan pihaknya juga telah berkordinasi dengan pihak Puskesmas untuk menebang pohon tersebut. Namun meski telah berkali kali disampaikan kepada pihak BLH, namun tidak kunjung ditanggapi hingga akhirya pohon tersebut tumbang menimpa gedung dan mobil.
“Kami sangat menyesalkan sikap BLH yang tidak tanggap terhadap usulan yang kami sampaikan untuk menembang pohon ini. Cukup banyak alasan yang diberikan kepada kami sehingga pohon itu tak kunjung ditebang,” terang Rita.
Dari pantauan di lapangan tampak petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berupaya mengevakuasi pohon tumbang tersebut dengan memotongnya menggunakan mesin pemotong kayu atau senso.(dpt)



