Melawan dan Coba Tembak Aparat, Bandar 3 Kg Sabu Tewas Bersimbah Darah

PALEMBANG, SIMBUR – Tindakan yang tegas kini tampak lebih sering dilakukan jajaran Polda Sumatera Selatan (Sumsel) bagi para pelaku narkoba. Terakhir, satu bandar narkoba berinisial MAS (25) harus meregang nyawa akibat mendapat tindakan tegas dan terukur dari anggota unit 2 Sub 1 Ditresnarkoba Polda Sumsel.

Pelaku terpaksa ditembak di dada kiri, karena melakukan perlawanan yang sangat membahayakan keselamatan anggota. MAS bahkan sempat menembakkan pelurunya ke arah petugas, sebelum tersungkur bergelimang darah.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara dalam rilisnya menyampaikan pesan yang tidak main-main bagi para pelaku narkoba yang coba-coba masuk ke wilayah Sumsel. “Pesan kami, bahwa narkoba akan kami sikat habis. Jadi, jangan main-main karena saya memiliki tim yang luar biasa, dan siap untuk menyikat pelaku narkoba,” tegasnya, Sabtu (6/4).

Bukan tanpa alasan, Kapolda meyakini jika apa yang dilakukan oleh Polda Sumsel, akan mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak khususnya masyarakat Sumsel. “Saya mengapresiasi tim Ditresnarkoba Polda Sumsel atas pengungkapan tersebut. Saya selalu katakan, bandar besar seperti ini (harus) disikat dan dihajar. Apalagi jika pelaku melawan petugas. Jadi jangan main-main, karena saya yakin didukung oleh masyarakat,” yakinnya dengan sorot mata tajam.

Dijelaskan, sebelumnya telah dilakukan tindakan tegas kepada salah satu bandar narkoba di Sumsel saat menjelang subuh di Talang Kelapa, depan perumahan Spring Hill. Pengungkapan tersebut membuahkan hasil setelah petugas berhasil melakukan undercover buy, dan sempat tidak disadari pelaku. Namun, saat memberikan barang haram tersebut kepada petugas, pelaku sadar dan langsung mencabut air softgan modifikasi yang diselipkan di pinggang.

“Saat pelaku memberikan barang haram itu, dia menyadari bahwa yang diberi adalah petugas. Kemudian pelaku mencabut pistol yang ternyata air softgun yang dimodifikasi sehingga bisa menggunakan peluru kaliber 38,” ungkapnya.

Namun, lanjut Kapolda, saat pelaku akan menembak, nahas pelaku didahului oleh petugas yang menyarangkan timah panas tepat di dada kirinya. “Pelaku sempat dibawa ke rumah sakit, namun akhirnya meninggal dunia,” tambah Kapolda menyayangkan karena sedikit banyak menghambat pengembangan kasus tersebut.

Ditambahkan, berdasarkan informasi dari masyarakat, pelaku yang berasal dari Sulsel itu sudah cukup lama menjual narkoba. Saat mengadakan transaksi narkoba, pelaku memakai sistem pengawas dan melakukan sistem control delivery.

“Tetapi tidak tertangkap (pengawas), dia saja yang tertangkap dan meninggal dunia karena akan menembak petugas dengan air softgun rakitannya,” sembari menambahkan jika pelaku sudah sempat melakukan penembakan sebanyak satu peluru (sekali).

Terkait status, Kapolda mengatakan jika pelaku bisa juga dikatakan kurir atau distributor, tetapi ada bandar di atasnya lagi karena dia diawasi. Tetapi, pelaku termasuk bandar. “Jaringan bisa dikatakan jaringan Palembang-Sulawesi-Riau. Barang haram itu berasal dari pantai timur,” ungkapnya.

Terkait pengembangan, Polda Sumsel belum bisa memastikan apakah ada hubungannya dengan jaringan Kendari, Letto atau di Bandung. “Karena yang mengontrol delivery pelaku, itu tidak tertangkap. Sebenarnya sudah terpantau, karena ada percakapan bahwa pelaku memiliki bos. Tapi akan kami usahakan (menangkap),” tutupnya.

Dari hasil pengungkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti narkoba jenis shabu seberat 3.150 gram (3,15 kilogram) yang berasal dari china, satu pucuk air softgun modifikasi dengan empat butir peluru dan satu selongsong, satu unit mobil Innova, KTP, SIM, sebuah dompet, dan satu buah handphone. (dfn)