- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Bersih Itu Emas, Sehatkan Ekonomi Masyarakat
# Inspirasi HUT Ke-118 Pegadaian, Ubah Sampah Jadi Emas
PALEMBANG, SIMBUR – Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru mengapresiasi kegiatan PT Pegadaian Kantor Wilayah III Sumbagsel. Karena itu, Gubernur berharap kegiatan bersih-bersih Benteng Kuto Besak (BKB) tidak hanya bersifat sementara namun dengan kualitas maksimal.
“Sebagai Gubernur, saya mengapresiasi kerja Pegadaian karena bukan hanya melayani UMKM dalam aspek ekonomi, tetapi juga melayani masyarakat dalam aspek kebersihan,” ujar Gubernur.
Gubernur melihat kualitas program yang secara mendasar akan sangat membantu pemerintah daerah maupun provinsi.”Kalau saya menilai sebuah kegiatan itu bukan hanya kuantitas tetapi juga kualitas. Jadi kualitas acara hari ini tentu menggugah semua orang, bagaimana Pegadaian menginspirasi masyarakat untuk cinta kebersihan, lingkungan dan tujuannya adalah bersih dan sehat,” ucap Gubernur.
Menurutnya, PT Pegadaian sudah memiliki bank sampah yang tentu akan sangat membantu masyarakat yang terus mengumpulkan sampahnya. “Pegadaian juga memiliki bank sampah dan bahkan memberikan imbalan bagi nasabah bank sampah itu dalam bentuk tabungan emas,” tutupnya.
Hanya senilai Rp6 ribu masyarakat sudah bisa mendapat emas. Cukup timbang sampahnya. Setelah mendapat nilai tersebut, akan dimasukkan langsung ke dalam tabungan. Kegiatan PT Pegadaian yang dikemas dalam kegiatan sosial yang ekonomis merupakan rangkaian kegiatan HUT ke-118 dan serentak di 12 provinsi di Indonesia.
Hasilnya, hanya butuh waktu selama dua jam, PT Pegadaian berhasil memecahkan rekor Muri. Untuk kota Palembang saja, ada sekitar 700 warga yang berpartisipasi dan memungut sampah-sampah di seputaran BKB.
Banyak cara untuk menunjukkan bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Namun, ada satu program diinisiasi oleh PT Pegadaian terkait kepedulian lingkungan sekaligus meningkatkan perekonomian rakyat. Ya, mengubah sampah menjadi investasi emas dalam bentuk tabungan emas diharapkan akan menjadi solusi bagi masyarakat yang cenderung masih membuang sampahnya di sembarang tempat.
Senior Vice President PT Pegadaian (Persero) Kanwil III Palembang, Eka Pebriansyah mengatakan kepada Simbur, dalam rangka HUT PT Pegadaian yang ke 118, perusahaan BUMN tersebut mencoba memberdayakan masyarakat untuk membersihkan lingkungannya.
“Kami melibatkan seluruh masyarakat untuk aktif menjaga kebersihan lingkungannya dengan memungut sampah di sepanjang jalan. Kemudian sampah-sampah yang sudah terkumpul, akan bernilai dan akan diwujudakan dalam bentuk tabungan emas,” ungkapnya.
Kegiatan sampah emas tersebut, lanjut Eka, bukanlah kegiatan yang sifatnya seremonial dan hanya sekali saja, namum akan berkelanjutan.Untuk menjamin keberlanjutan program tersebut, PT Pegadaian Kanwil III Palembang sudah memiliki bank sampah sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan.
“Masyarakat bisa mengumpulkan sampahnya lalu dibawa ke bank sampah untuk dipilah mana sampah organik dan non organik. Sampah yang dibawa kemudian akan ditimbang dan dinilai. Nilainya itu diwujudkan dalam bentuk tabungan emas. Jadi, bukan bentuk uang tapi emas,” jelasnya.
Dipastikan, kata Eka, masyarakat tidak perlu khawatir tentang tatacara penarikan emas tabungannya. “Mengambilnya bisa setiap waktu dan dengan proses yang sangat mudah. Cukup dengan membawa buku tabungannya saja itu sudah bisa. Mengambilnya pun bisa dalam bentuk uang maupun emas,” yakinnya seraya menambahkan jika prosesnya sama dengan sistem tabungan perbankan, hanya saldonya saja yang dalam bentuk gram emas.
“Namanya tabungan emas bukan hanya bisa diisi dengan mengumpulkan sampah saja. Masyarakat juga bisa menabung dalam bentuk uang, dan semua outlet Pegadaian bisa melakukan transaksi itu termasuk lewat ATM,” tambah Eka.
Eka berharap, masyarakat akan lebih peduli tentang kebersihan. “Jadi yang kami ingin capai adalah lingkungan menjadi sehat dan bersih, membantu perekonomian masyarakat,” ujar pria yang baru sekitar dua bulan berdomisili di Palembang itu.(dfn)



