- Dongkrak Layanan Kesehatan, Pangdam II/Sriwijaya Pimpin Rapat Strategis BLU RS AK Gani
- Peradi Profesional: Paradigma Baru Organisasi Advokat Indonesia
- Sokong Ketahanan Pangan, Kasdam II/Swj Bahas Percepatan Koperasi Desa Merah Putih Bersama Kaster Panglima TNI
- Sebarkan "Virus" Perdamaian dan Riding Skuter di Palembang, Slank Bakal Rilis Album Terbaru pada 5 Juni 2026
- Buronan Kasus Pelecehan Seksual Ditangkap di Rumah Tetangga
Tak Mampu Menembus “Batman”, Timah Panas Petugas Bersarang di Dada Warga
# BNNP Sumsel Pilih Cooling Down
PALEMBANG, SIMBUR – Razia lanjutan yang dilakukan petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan (Sumsel) yang menyasar diskotek Batman, Kamis malam (28/2) menelan korban. Peluru yang dilesatkan anggota BNNP Sumsel ternyata mendarat di dada sebelah kiri MA (17), warga Teratai Putih (sekitar diskotek Batman). Salah satu anggota keluarganya mengatakan, jika timah panas yang bersarang di dada MA sempat mengenai organ vitalnya.
Adik korban, sebut saja Bunga, menjelaskan, sebenarnya MA tidak tahu apa-apa soal razia yang dilakukan BNNP Sumsel bersama Satpol PP. Dikatakan, korban sedang mencari adiknya yang sedang bermain di sekitar lokasi razia.
“Kakak itu lagi jemput adik pas lagi razia, sekalian dia melihat (menonton). Jadi, saat itu (ribut) orang berlarian, tapi dia diam saja. Dia berpikir jika dirinya tidak tahu apa-apa. Dia kan hanya mencari adik yang ternyata sedang bermain di belakang,” ungkap Bunga, saat ditemui Simbur di Rumah Sakit (RS) Myria, Jumat (1/3).
Dilanjutkan, dari informasi yang dia dapat, terdengar beberapa kali tembakan petugas sehingga membuat suasana mencekam. “Katanya petugas menembak membabi-buta ke arah atas (tembakan peringatan). Kan tempatnya gelap (malam) juga. Akhirnya kakak saya tertembak di dada sebelah kiri, kena paru-paru,” ceritanya sembil terus mengabari keluarga lainnya.
Saat kejadian, Bunga dilarang keluar rumah sehingga, berusaha mencari korban beserta adiknya. Namun, tertambaknya MA tidak serta-merta diketahui oleh keluarga yang lain. “Saat kena tembak dia pulang ke rumah bukannya mengadu atau minta diantar ke Rumah Sakit (RS), tapi malah tidur lalu mematikan lampu. Memang dia seperti itu (diam). Darahnya banyak, makanya lampu kamar dimatikan,” tuturnya dengan mata nanar.
Karena MA tidak tahan lagi menahan sakit, akhirnya dia mengadu ke ibunya untuk segera mencari ayah yang saat itu juga sedang mencari MA dan adiknya. “Kondisi terakhir sebelum dioperasi dalam keadaan sadar tetapi masih menahan sakit. MA sempat pingsan saat dibawa ke rumah sakit. Napasnya juga sesak. Saat dironsen dia juga sempat pingsan,” ujar Bunga seraya menambahan jika MA bekerja sebagai penjaga tempat main biliar yang ada di daerah sekitar.
“Barang buktinya ada berupa senapan panjang (laras panjang) dan peluru dan baju yang dipakai saat kejadian. Ayah sudah menyerahkan BB kepada petugas. Tadi kan banyak polisi di sini, polisi dari Sukarame (Polsek Sukarame),” lanjut Bunga yakin.
Sementara, Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol John Turman Panjaitan mengatakan bahwa pihaknya untuk sementara waktu akan menunggu sampai kondisi di lokasi kejadian kembali kondusif. “Kami ingin kondisifkan dululah sampai masyarakat bersama TNI, Polri, BNNP Sumsel bersama-sama untuk melawan sindikat narkotika itu. Tapi kami dalam satu dua hari ini kami cooling down dulu. Kami melihat perkembangan di dalam, kalau masih buka ya tetap akan kami laksanakan (razia),” tegasnya kepada Simbur.
Terkait adanya korban tertembak saat puluhan petugas dari BNNP Sumsel dan Satpol PP merazia Diskotek Batman, Brigjen Pol John Turman menjelaskan kronologi kejadiannya. “Ketika kami akan melaksanakan razia ke diskotek Batman, kami dihadang kelompok orang. Saya kan tidak tahu warga mana yang jelas kelompok anak-anak muda yang mungkin disiapkan oleh mereka. Tapi kalau warga itu, mendukung kami kok. Kami sudah mengimbau agar tidak melempar, tetapi kami sudah terpojok mau maju diserbu (kelompok), mau mundur (anggota) sudah pada masuk,” jelasnya.
Akhirnya, lanjut Kepala BNN, petugas memilih bertahan sambil mundur. Namun, kelompok massa merangsek sambil melempar batu, kayu dan lain-lain. “Kami sudah menghimbau (kelompok itu) tidak melempar. Kami kan mundur, dilempar, dilempar, dilempar, ya buang tembakanlah kan ke atas (tembakan peringatan). Kami tidak mengarahkan ke orang kok,” tekannya.
Petugas menyadari kalau diarahkan ke orang, mungkin sudah ada beberapa yang mati tertembus peluru. “Mungkin peluru yang mana ini kena kepada (korban), yang kena tembak itu juga saya sendiri juga tidak lihat dimana. Karena kami kan mundur dan menghindar karena tidak mau bentrok. Hanya kami bertahan sambil mundur. Jumlah mereka juga tidak begitu banyak, saya lihat sekitar 50 orang,” ujarnya mencoba memberi gambaran suasana mencekam tersebut.
“Petugas terdiri dari BNNP Sumsel dan Satpol PP berjumlah sekitar 50 sampai 60 orang. Karena gelap, saya tidak mau ada yang korban. kalau itu kena (tertembak) mungkin peluru nyasar atau gimana, saya tidak tahu juga,” tambahnya.
Terkait perlawan sekelompok orang tersebut, Brigjen Pol John menegaskan jika pihak Diskotek Batman harus tanggung jawab. “Saya minta tanggung jawab mereka, karena sengaja membuat provokasi atau pegawainya disuruh melawan kami (petugas). Saya juga tidak tahu kenapa bisa begitu (melawan), seandainya kami periksa juga kan tidak ada masalah. Kami juga sebenarnya tidak mau (terjadi) konflik), hanya bertahan mundur,” tekannya dengan nada sedikit meninggi.
Pertanggungjawaban itu, lanjutnya, dalam bentuk ikut bertanggungjawab dengan korban MA. Petugas juga dipastikan akan ikut tanggung jawab dengan mencari solusi supaya Kota Palembang aman, bersih narkoba, tidak ada masalah lainnya. “Kita lihatlah nanti. Kami prosesnya adalah proses penyelamatan dulu. Bagaimana nantinya, batman harus tanggungjawab karena memprovokasi (untuk melawan). Karena kami pendekatan persuasif dan tidak pernah dengan kekerasan. Terpenting, pihak Batman harus bertanggungjawab terhadap korban dan provokasi yang dilakukan. Warga tidak ada yang mau (melawan), hanya anggota dia,” katanya yakin.
Kepala BNNP Sumsel juga mengimbau kepada masyarakat untuk harus bersatu padu menghantam narkoba dari Kampung Baru. “Saya pikir masyarakat sudah tahu kalau di sana tempat peredaran narkotika karena saat razia petugas menemukan banyak alat bukti berupa bong, plastik bekas narkoba. Jadi, kapan lagi mau kita bersihkan, atau berubah. Cuma mereka (kelompok) melawan, jadi tidak mau berubah,” imbaunya.
Terkait target operasi yang menyasar hanya ke diskotek Batman, dijelaskan karena diskotek tersebut masih bandel dengan tetap beroperasi pasca digaris polisikan. “Kan baru dia (Batman) yang buka, yang lain tenang-tenang saja (tutup). Itu informasi dari masyarakat kalau batman buka lagi. Masyarakat yang meminta untuk dirazia lagi,” pungkasnya. (dfn)



