- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Palembang Tak Bisa Andalkan Destinasi Wisata Alam, Harus Banyak Event
PALEMBANG, SIMBUR –
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Selatan (Sumsel), Herlan Asfiudin menegaskan jika sebenarnya kota Palembang tidak bisa mengandalkan destinasi wisata alam sebagai ujung tombak pariwisata.
“Palembang ini adalah kota event dan harus dijadikan itu kota event. Karena Palembang bukan kota wisata. Jadi daya tarik Palembang adalah atraksi dan salah satunya adalah event,” ungkapnya kepada Simbur usai menghadiri Fashion and Food Festival, Jumat (22/2).
Herlan yang juga menjabat staf khusus Wali Kota Palembang Bidang Pariwisata, Budaya dan Industri Ekonomi Kreatif itu menegaskan jika event akan menjadi daya tarik yang sangat kuat untuk pariwisata di Kota Palembang.
“Kita akan ciptakan beberapa atraksi (event) agar orang tertarik datang ke Palembang. Kalau mengandalkan alam, kita tidak punya,” ujarnya Babe panggilan akrab Herlan.
Ke depan, lanjut Babe, harus banyak event seperti ini. Pemerintah Kota Palembang juga harus cerdik, melihat dan mendukung semua kegiatan dari komunitas dan industri untuk semuanya berkolaborasi dengan pemerintah untuk membuat event. “Semua pengusaha dan industri pariwisata sangat mendukung. Kalau tidak didukung, tidak akan ada tamu (wisatawan),” jaminnya.
Babe memprediksi jika ke depan event di Kota Palembang akan semakin banyak terutama sport tourism. “Palembang punya fasilitas yang sangat bagus di Jakabaring. Tinggal bagaimana merancang event yang paling bagus untuk dilaksanakan dan melibatkan banyak orang,” lanjutnya.
“Maksud saya, sekali kegiatan ribuan orang datang ke Palembang. Itu baru top. Kalau ini event lokal kita saja, tidak menarik orang (banyak wisatawan). Tapi lumayan yang penting ada kegiatan dan ramai,” jelasnya.
Sementara, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Sumsel, Hj Febrita Lustia di dalam sambutannya pada event fashion and food festival berharap agar event yang rencana akan dilaksanakan tiap tahun itu, juga mengundang para pelaku usaha dari kabupaten/kota lain. “Saat ini yang mengikuti event kebanyakan dari Kota Palembang. Harapan saya bagi penyelenggara event untuk mengajak kabupaten/kota lain untuk berpartisipasi,” harap istri Gubernur Sumsel yang juga Ketua Dekranas Sumsel itu.
Dengan demikian, lanjut Febrita, itu akan memperkenalkan produk dari kabupaten/kota lainnya ke masyarakat. “Saat ini kami di Dekranas sedang menggalakkan memunculkan produk unggulan yang ada semua kabupaten/kota di Sumsel. Jadi kami meminta mereka untuk mengkreasikan kekhasannya termasuk batik, jumputan, songket, dan makanan khas lainnya,” lanjutnya.
Febrita juga menegaskan jika saat ini pelaku usaha khususnya UMKM harus kreatif jika usahanya terus berkembang. “Diperlukan kreatifitas para pelaku usaha untuk berkembang dan menciptakan produk yang mencerminkan kearifan lokal di Sumsel, pelaku usaha juga harus konsisten mengembangkan usahanya dengan meningkatkan daya jual dan daya saing,” tegasnya.
Intinya, lanjut Febrita, perkembangan fashion dan makanan semakin diminati masyarakat dan semakin mendorong UMKM. “Mereka (UMKM) harus mampu bersaing dan memunculkan ide kreatif. Hal itu tentu memberikan nilai lebih bagi produknya dan mempengaruhi daya jual,” pungkasnya. (dfn)



