Nasabah Sulit Klaim Asuransi, Bantah Isu Kolaps

PALEMBANG, SIMBUR – Perusahaan asuransi Bumiputera sempat berada di persimpangan jalan terjal keuangan. Meski demikian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim bahwa PT Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera (AJBB) saat ini telah berada di jalur yang benar atau on track. Kondisi di daerah membuktikan bahwa perusahaan keuangan yang bergerak dalam bidang jasa asuransi itu diduga masih berada dalam kondisi ketidakpastian. Karena itu, nasabah menjadi waswas dan berusaha mengklaim uang yang diinvestasikannya pada asuransi.

“Saya lagi mau mencairkan uang di Bumiputera ini tapi tidak bisa cair-cair. Tiap tahun saya mengajukannya. Saya tahu Bumiputera akan bangkrut, makanya saya mengajukan klaim tapi cuma janji-janji saja,” ungkap Mahani, nasabah Bumiputera kepada Simbur, di kantor cabang Bumiputera yang terletak di Jl Jenderal Sudirman, Palembang, Jumat (1/2) petang.

Koordinator Kantor Pemasaran Bumiputera Regional Palembang, Martono SE memastikan jika isu Bumiputera kolaps adalah tidak benar. “Kami peduli terhadap nasabah. Makanya, kami bertanya terlebih dulu. Karena kemungkinan terpengaruh dengan isu yang sedang berkembang bahwa Bumiputera akan kolaps, padahal tidak. Hanya saja (klaim) dijadwal dan menunggu. Bumiputera pasti membayarkan, tidak boleh (tidak dibayarkan), karena kami mengutamakan nasabah,” terangnya, dikonfirmasi Simbur di ruang kerjanya.

Soal kebijakan pembayaran klaim Mahani dalam jangka satu minggu, Martono akan mengusahakan secepatnya berkoordinasi dengan kantor pusat. “Itu kebijakan dari saya. Sebetulnya termasuk (aturan) dari OJK, pembayaran itu harus dibayar oleh kantor pusat. Jakarta (Bumiputera pusat) yang bisa menentukan tanggal berapa akan dibayarkan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala OJK Regional 7 Wilayah Sumatera Bagian Selatan, Panca Hadi Suryatno menyampaikan bahwa informasi dari Pengawas Perusahaan Asuransi Kantor Pusat bahwa pengawas AJBB terus berupaya untuk mendorong pihak manajemen AJBB utk terus menyelesaikan pembayaran klaimnya.

“Saat ini sudah ada manajemen baru yang ditunjuk BPA untuk menguatkan Bumiputera, termasuk juga mencari alternatif penyelesaian untuk memastikan pembayaran klaim kepada nasabah yang tertunda,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Wimboh Santoso menilai, PT Asuransi Jiwa Bersama Bumiputra (AJBB) saat ini sudah membaik. Pernyataan itu diungkap Wimboh saat konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan atau KSSK di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (29/1) lalu.

Diketahui, Bumiputera dikabarkan telah mengalami kesulitan keuangan untuk melakukan pencairan klaim asuransi yang diajukan oleh nasabah. Defisit keuangan Bumiputera pada 2017-2021 diperkirakan telah mencapai Rp 2,1 triliun hingga Rp 2,5 triliun per tahun. Akibatnya, otoritas memutuskan untuk mengambil alih perusahaan dengan membentuk pengelola statuter pada Oktober 2016. Dengan dibentuknya pengelola statuter jalannya perusahaan kemudian diambil alih oleh pengelola statuter tersebut.(tim)