Wali Kota Sadar Raih Adipura Tak Sesuai Fakta, Sampah Jadi Isu Strategis di Palembang

# Dinas Kebersihan Kekurangan Mobil

 

PALEMBANG, SIMBUR – Sampai saat ini, isu strategis yang ada di Kota Palembang di antaranya masih tentang sampah. Hal itu menjadi indikator jika penghargaan Adipura kategori kota metropolitan kepada Kota Palembang, menjadi sebuah anomali. Hal tersebut diakui oleh Wali Kota Palembang, Harnojoyo saat memberi sambutan pada Musyawarah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Palembang di Hotel Aryaduta, Selasa (15/1).

Harnojoyo menyebut bahwa capaian tersebut kontradiktif alias tidak sejalan dengan realitas dan fakta Kota Palembang saat ini. “Nah itulah, rasanya kontradiktif dengan isu yang terjadi dan penghargaan yang Kota Palembang terima. Nah, ini jika dibandingkan dengan kota-kota lain, Palembang lebih bersih. Gimana dengan kota-kota lain, 2016 lalu Indonesia dinobatkan oleh dunia sebagai penyumbang sampah nomor dua terbesar,” ungkapnya.

Harnojoyo juga merasa malu, sebab menurut Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), bahwa sampah masih menjadi isu strategis di Kota Palembang. “Rasanya malu, dua belas kali berturut-turut Palembang mendapatkan penghargaan Adipura. Tapi hari ini, sesuai yang disampaikan Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri bahwa isu strategis di Kota Palembang diantaranya adalah sampah,” sesalnya.

Dengan realitas tersebut, Harnojoyo memohon jika pada musyawarah RPJMD kali ini, seluruh pemangku kepentingan harus mamastikan agar penghargaan Adipura sesuai dengan realitas yang ada. “Jadi mohon, pada RPJMD Kota Palembang tahun ini (2019), pada 2023 nanti, penghargaan untuk Kota Palembang (Adipura) betul-betul sesuai. Itulah harapan bersama,” harapnya di depan jajaran pemerintahan Kota Palembang.

Ditambahkan Harnojoyo, bahwa sebenarnya Kota Palembang bukanlah yang pertama, sebab kota Surabaya masih sulit untuk dikalahkan. “Sebenarnya penghargaan tadi, Palembang menjadi nomor tiga sebagai kota metropolitan setelah Surabaya dan Tangerang. Kalau Surabaya memang belum bisa dikalahkan, tapi Tangerang itu selalu bergantian dengan Palembang,” ungkapnya.

Namun, Harnojoyo berpesan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk tidak menjadikan penghargaan tersebut sebagai tujuan utama. “Bukan tujuan utama mendapatkan penghargaan itu, karena justru (harus) dijadikan motivasi,” ujarnya.

Selain tercatat sebagai penyumbang lebih dari 1.000 ton sampah perhari, Pemkot Palembang juga kekurangan armada mobil sampah. Armada yang bisa dikatakan tidak layak jalan masih bisa ditemui berseliweran di jalan-jalan ibukota Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) itu.

Kekurangan armada tersebut diakui Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang, Faizal AR saat dikonfirmasi Simbur, Sabtu (19/1). “Saat ini sedang disiapkan untuk peremajaan (mobil sampah). Tetapi yang reot harus tetap dijalankan, karena mobilnya kurang. Kalau yang reot itu tidak dijalankan, nanti tambah kacau,” ungkapnya.

Menurut Faizal, pembelian armada baru sudah diusulkan di tahun anggaran 2019 ini, akan membeli 18 unit mobil sampah. “Kalau dibilang cukup, masih kurang. Tetapi, jadilah untuk nambah (armada). Jangan dicela kalau mobil itu buruk. Kalau tidak jalan kan sampah tambah banyak. Mereka (petugas) sudah berusaha maksimal membebaskan Kota Palembang dari sampah,” ujarnya.

Terkait modifikasi bak mobil sampah yang sering terlihat di jalan ibukota, Faizal mengapresiasi dan menganggap hal itu adalah kreatifitas dan upaya sopir untuk mengangkut sampah lebih banyak. “Itu karena faktor kurang (armada). Wajar sopir menambahi (modifikasi) dengan tripleks, berarti (dia) kreatif. Tolong mereka diberi penghargaan juga, jangan dimarahi. Kalau dimarahi terus mereka tidak bekerja, kan jadi kacau,” tegasnya.

Faizal juga berharap agar rencana pembelian armada bisa terealisasi, paling tidak akan lebih banyak sampah yang bisa terangkut untuk dibawa ke TPA. “Pembelian 18 unit armada dan itu sudah dianggarkan. Tapi saya tidak bisa memastikan kapan (belinya). Persiapan melalui LPSE supaya tidak ada masalah. Tapi, paling lambat bulan April atau Mei sudah dapat (tambahan armada),” pungkasnya. (dfn)