- Sita 4 Ton Timah Ilegal Senilai Rp1,7 Miliar di Pangkalpinang
- Dilanda Kekeringan, Sejumlah Daerah di Indonesia Kekurangan Air Bersih
- Peringati Hari Bhayangkara Ke-80, Optimistis Kepercayaan Publik terhadap Polisi Terus Meningkat
- Dewan Pertimbangan SMSI Pusat Taufiequrachman Ruki Terima Bintang Kehormatan dari Presiden Prabowo pada Hari Bhayangkara ke-80
- Sambut Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Sumsel Gelar Doa Bersama Lintas Agama
Adik Tenggelam seperti Ditarik di Tengah Sungai
KAYUAGUNG, SIMBUR – Berniat ingin berenang dan menyeberangi Sungai Komering, satu dari dua orang kakak beradik, Ali Sa’ban dan Edi terpisah. Satu diantara dua kakak beradik ini, Ali Sa’ban yang berstatus sebagai adik tenggelam di Sungai Komering yang ingin mereka seberangi, Jumat (7/9) siang.
Informasi yang dihimpun, dua kakak beradik ang bertugas me jaga kebun karet di wilayah Kelurahan Kedaton ini sedang berenang di Sungai Komering tak jauh dari Pesantren Fisabilillah, Kelurahan Kedaton. Setelah mengetahui ada warga yang tenggelam, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI dibantu warga langsung melakukan pencarian terhadap korban tenggelam.
Sementara itu, dari pengakuan kakak korban yang selamat, Edi bahwa saat itu keduanya memang ingin berenang. Saat berenang, sang adik menurutnya berada di belakangnya. Akan tetapi, saat berada di tengah sungai, Edi merasa lemas dan merasa ada yang menarik. Bahkan, menurut pengakuannya, dirinya juga sempat ingin menarik tangan adiknya, hanya saja tidak berhasil sehingga adiknya tenggelam.
“Saya tidak tahu terasa berat sekali saat ingin menarik Ali. (Kami) bisa berenang, tapi entah kenapa tiba-tiba saat berada di tengah sungai terasa ada yang menarik, dan rasanya lemas,” katanya.
Hingga berita ini ditulis, warga dan pihak BPBD OKI tengah melakukan pencarian korban dengan cara menyusuri Sungai Komering dari titik kejadian. Kepala Bidang Logistik dan Bencana, Umar Hasan menjelaskan, untuk melakukan pencarian pihaknya menggunakan perahu yang dilengkapi dengan mesin dan perahu karet.
“Kalau dilihat kondisi sungai saat ini surut, arus tidak terlalu deras dan kedalaman air sungai sedang. Tapi kami akan mencari tahu bagaimana korban bisa tenggelam,” katanya. (yrl)



