Bisnis Kerupuk-Kemplang Sediakan Lapangan Kerja

KAYUAGUNG, SIMBUR – Ingin menciptakan lapangan kerja. Inilah yang menjadi motivasi dari Kartini (60), untuk terus melanjutkan bisnis kerupuk kemplang keluarga yang telah berjalan hingga lima generasi.

Ditemui di kediamannya, Rabu (1/8), di Kelurahan Paku, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten OKI, pemilik usaha kerupuk kemplang Tini Bos ini menjelaskan bahwa dirinya bertekad untuk memberikan penghasilan untuk masyarakat. “Dulu sempat menjadi karyawan dan digaji, tapi tidak mencukupi. Untuk sedekah juga sulit,” katanya.

“Setelah itu, saya bertekad untuk lebih serius dan bagaimana caranya saya bisa memberikan gaji untuk orang. Karena ini bisnis keluarga jadi saya lanjutkan,” tambahnya.

Diungkapkannya, bisnis keluarga ini hingga saat ini telah menyerap beberapa tenaga kerja. “Kalau produksi, dulur (saudara) lain yang menjalankan, tergantung kebutuhan mereka (berapa orang) yang dibutuhkan. Kalau di sini khusus menggoreng, dan untuk menggoreng saja sudah merekrut 10 orang,” ungkapnya.

Untuk pemasaran, lanjutnya, bukan hanya di wilayah OKI, tapi juga ke wilayah Palembang dan beberapa daerah lainnya. “Kalau yang di Palembang di wilayah Bukit Besar, buka toko bersama keluarga,” katanya.

Di hari biasa seperti saat ini, Kartini menjelaskan, dalam sepekan bisa menghabiskan 150 kilogram. Hal ini bisa lebih meningkat ketika akan ada perayaan hari-hari besar seperti lebaran.

“Bisa berkali lipat, bahkan bisa lebih dari dua ton. Hanya saja terkadang terkendala pada bahan baku seperti tepung dan ikan. Ini kan ikan gabus yang tinggalnya di rawa, kalau air sedang besar (dalam) biasanya sulit,” jelasnya.

Yang menjadi kendala lain selain bahan baku menurutnya adalah cuaca. Pasalnya, sebelm digoreng, kerupuk ataupun kemplang harus dijemur hingga dua hari dengan cuaca yang panas.

“Kalau musim hujan dulu sulit, tapi alhamdulillah saat ini sudah ada alat untuk mengeringkan yang dibantu oleh dinas perindustrian dan perdagangan OKI sehingga masalah seperti itu bisa teratasi,” ujarnya.

Dirinya mengharapkan agar usaha keluarganya ini dapat terus hidup dan berjalan hingga ke generasi-generasi selanjutnya. “Untuk saat ini pendapatan bersih dalam setiap bulan tidak tentu, tapi biasanya lebih dari Rp2 juta,” tandasnya. (yrl)