- Karhutla Meluas ke Kawasan Gunung di Jawa Timur
- Tim Penyuluh Gabungan TNI Sosialisasi Karhutla di Bangka dan Lahat
- Kasdam II/Swj Dampingi Dankodiklat TNI Tinjau Latgabma Super Garuda Shield 2026 Materi Airbone di Puslatpur Kodiklatad Baturaja
- Terdeteksi 242 Lokasi Karhutla di Muba, Gubernur Sumsel: Mayoritas Terjadi di Lahan Terbengkalai
- Penanganan Karhutla Jambi, Perkuat Sekat Bakar dan Pendinginan
Jokowi: Kalau Ada Api Kecil, Serbu dan Selesaikan
PALEMBANG, SIMBURNEWS –
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat perhelatan Asian Games menjadi ancaman Indonesia sebagai penyelenggara. Karena itu, genderang perang terhadap api pemicu kebakaran hutan yang menyebabkan kabut asap mulai ditabuh.
Presiden Joko Widodo kembali memberikan peringatan, khususnya pemerintah dan masyarakat Sumsel agar dapat mencegah dan mengantisipasi karhutla dan kabut asap. Presiden Jokowi mengatakan, sudah melakukan antisipasi jauh-jauh hari dengan melibatkan semua institusi termasuk Pangdam, Kapolda sampai Kapolres. “Bukan karena hanya akan ada Asian games saja. Kalau ada api kecil, serbu dan selesaikan,” tegas Jokowi, Sabtu (14/7) di Jakabaring Sport City Palembang.
Sebelumnya, Pemprov Sumsel telah menggelar rapat koordinasi khusus Karhutla tahun 2018 bersama stakeholder, di Griya Agung Palembang, awal April lalu. Dari rakor tersebut dikabarkan terdapat empat daerah rawan Karhutla di Sumsel yakni Kabupaten OKI, Ogan Ilir, Musi Banyuasin, dan Banyuasin. Dari empat kabupaten yang rawan Karhutla semua sudah melakukan langkah antisipasi pencegahan mulai dari perencanaan, kelengkapan fasilitas termasuk posko pemantauan hotspot (Titik Api).
Kondisi yang harus diantisipasi sembilan daerah rawan Karhutla yakni khususnya pada Juni, Juli, dan Agustus merupakan puncak musim kemarau hingga diperkirakan meningkatnya jumlah titik hotspot. Untuk itu seluruh daerah yang rawan karhutla diharapkan membentuk satgas di setiap desa- desa,” pungkasnya.(tim)



