- Jaksa Sita Truk dan Alat Berat Perusahaan Terkait Korupsi Distribusi Semen
- Pejabat Bank Tersangka Korupsi KUR di OKUT Tidak Ditahan karena Akan Menjalankan Ibadah Haji
- Diduga Menghalangi Penyidikan Kasus Korupsi, Staf Ahli Bupati Muba dan Oknum Pengacara Jadi Tersangka
- Sinergi Hadapi Musim Kemarau, Apel Karhutla Sumsel Bakal Digelar di Kampung Nelayan Sungsang pada 6 Mei 2026
- Resmi Dilantik, 325 Bintara Remaja TNI AD Siap Mengabdi untuk Negeri
Jokowi: Kalau Ada Api Kecil, Serbu dan Selesaikan
PALEMBANG, SIMBURNEWS –
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat perhelatan Asian Games menjadi ancaman Indonesia sebagai penyelenggara. Karena itu, genderang perang terhadap api pemicu kebakaran hutan yang menyebabkan kabut asap mulai ditabuh.
Presiden Joko Widodo kembali memberikan peringatan, khususnya pemerintah dan masyarakat Sumsel agar dapat mencegah dan mengantisipasi karhutla dan kabut asap. Presiden Jokowi mengatakan, sudah melakukan antisipasi jauh-jauh hari dengan melibatkan semua institusi termasuk Pangdam, Kapolda sampai Kapolres. “Bukan karena hanya akan ada Asian games saja. Kalau ada api kecil, serbu dan selesaikan,” tegas Jokowi, Sabtu (14/7) di Jakabaring Sport City Palembang.
Sebelumnya, Pemprov Sumsel telah menggelar rapat koordinasi khusus Karhutla tahun 2018 bersama stakeholder, di Griya Agung Palembang, awal April lalu. Dari rakor tersebut dikabarkan terdapat empat daerah rawan Karhutla di Sumsel yakni Kabupaten OKI, Ogan Ilir, Musi Banyuasin, dan Banyuasin. Dari empat kabupaten yang rawan Karhutla semua sudah melakukan langkah antisipasi pencegahan mulai dari perencanaan, kelengkapan fasilitas termasuk posko pemantauan hotspot (Titik Api).
Kondisi yang harus diantisipasi sembilan daerah rawan Karhutla yakni khususnya pada Juni, Juli, dan Agustus merupakan puncak musim kemarau hingga diperkirakan meningkatnya jumlah titik hotspot. Untuk itu seluruh daerah yang rawan karhutla diharapkan membentuk satgas di setiap desa- desa,” pungkasnya.(tim)



