- Sebarkan "Virus" Perdamaian dan Riding Skuter di Palembang, Slank Bakal Rilis Album Terbaru pada 5 Juni 2026
- Buronan Kasus Pelecehan Seksual Ditangkap di Rumah Tetangga
- Olahraga Bersama Insan Media, Kodam II/Sriwijaya Turut Menjaga Ketahanan Informasi Nasional
- Pangdam II/Swj Ambil Sumpah 1.583 Tamtama Remaja, Kasad: Perkuat Batalyon Teritorial Pembangunan
- Tinjau Koperasi Merah Putih di Lahat, Apresiasi Pembangunan dan Dorong Ekonomi Lokal
Kepala Dibacok Begal, Pelajar Tewas Mengenaskan
PALEMBANG, SIMBURNEWS – DS (16), pelajar salah satu SMK di Palembang tewas akibat aksi begal di kota ini. Bersama kedua rekannya, warga Jalan Ponorogo Lorong Sidomakmur II Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami itu menjadi korban begal saat mengendarai motor Honda Beat yang melintas di Jalan Mayor Lubis Bustam Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarame Palembang, Senin (9/7) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.
Kapolsek Sukarami, Kompol Rivanda membenarkan peristiwa nahas yang dialami korban DS. Menurut Kapolsek, pihaknya sedang mendalami kasus ini dan melakukan penyidikan terhadap para pelaku. “Dari pemeriksaan, pelaku memakai enam motor dan berboncengan. Dugaannya ada belasan pelaku membawa senjata tajam. Motifnya untuk sementara begal,” ucap Rivanda kepada wartawan, Senin (9/7).
Masih kata Kapolsek, belasan pelaku begal membunuh tiga pelajar SMK. Pelaku dengan jumlah belasan orang menghabisi korbanya dengan senjata tajam yang mereka bawa, Ketiga korban yang sedang melaju dengan sepeda motornya tidak sempat menghindar sehingga ketiga korban terjatuh dan bersimbah darah.
“Korban DS meninggal saat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara dengan kondisi luka di kepala karena pukulan benda tajam. Sementara, kedua teman DS yang menjadi korban berinisial ER dan Sa sedang menerima perawatan di Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang,” terang Kapolsek.
Sementara itu, ayah korban yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, DS selalu pergi dari rumah semenjak liburan sekolah. Dia pernah meminta uang untuk pergi ke Pagaralam namun tidak diberi. Tak lama dari itu ayah korban mendapat kabar bahwa anaknya DS telah meninggal dunia yang diduga begal. Saat kejadian motor yang dikendarai korban raib dibawa para pelaku.
Subur (33), paman korban mengatakan, dirinya juga tidak tahu, ini begal atau dendam. “Memang beberapa bulan kemarin keponakan saya ini sempat ribut sama temannya, tapi tidak tahu siapa,” tutupnya. (cjs01)



