Program H Iskandar SE Sejalan dengan Pemerintah Pusat

# Tambah Dana Rp1 Miliar per Desa di Kabupaten OKI

# Alokasi Terbesar APBD untuk Pembangunan Jalan

KAYUAGUNG, SIMBURNEWS  – Calon bupati Ogan Komering Ilir (OKI) petahana, H Iskandar SE menjelaskan, membangun kabupaten yang begitu luas dengan anggaran tersedia saat ini bukanlah hal mudah. Menurut dia, butuh strategi khusus sehingga pembangunan di Kabupaten OKI dapat terwujud.

Salah satu strategi yang menurutnya akan mampu mewujudkan cita-cita tersebut adalah memperkuat pembangunan desa dengan penambahan dana untuk desa dari lebih kurang Rp100 juta menjadi Rp1 miliar per desa. “Dengan program-program strategis yang telah kami lakukan dan jalankan di OKI ini, dalam membangun daerah yang luas banyak Kabupaten / kota lain yang belajar ke kabupaten OKI dalam membangun desa,” terang H Iskandar SE belum lama ini.

Menurut pasangan dari H M Dja’far Shodiq ini,  jika kembali dipercaya memimpin pada 2019-2024 nanti, dirinya akan memprioritaskan dua program untuk masyarakat. Pertama, pembangunan jalan penghubung, baik itu penghubung antardesa, desa dengan kecamatan, kecamatan dengan kecamatan, kecamatan dengan kabupaten serta kabupaten dengan provinsi. “Ke depan, yang akan difokuskan adalah pada bidang infrastruktur seperti jalan-jalan penghubung,” ujarnya.

Ditegaskannya, APBD paling besar akan dialokasikan untuk perbaikan jalan yang rusak. Itu karena jalan merupakan urat nadi perekonomian masyarakat. “Mengapa anggaran jalan nanti paling besar? Ini karena program Pemkab OKI lainnya hanya tinggal menyempurnakan saja,” jelasnya.

Dirinya menambahkan pengerjaan infrastruktur ini ditargetkan selesai pada 2020. Terkait jalan-jalan yang rusak diakibatkan aktivitas pembangunan proyek strategis nasional berupa tol, nanti akan meminta pertanggungjawaban dari pihak Waskita.

Dirinya juga mengucapkan terimakasih atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan oleh masyarakar. Menurutnya, apa yang sudah dilakukan saat ini bukanlah hal yang mudah apalagi dengan luas wilayah dan anggaran terbatas membuat pemerintah harus mampu memilih dan memilah program yang tepat dengan strategi fokus membangun.

“Jika tidak dilakukan skala prioritas maka kita tidak akan bisa maju dengan cepat. Kami yang tahu persis kondisinya. Terkadang ada yang sudah tahu namun pura-pura tidak tahu dan menyalahkan pemerintah hanya untuk memperoleh simpati. Maka dari itu, masyarakat jangan mudah terprovokasi,” ucap Iskandar.

Dijelaskannya, pembangunan yang dilakukan secara fokus dan terukur akan membuahkan hasil yang terukur pula. Salah satunya, Iskandar mencontohkan pada bidang pendidikan, dimana pemerintah telah menuntaskan pondasi dasar pendidikan sejak anak usia dini melalui pembanguan Gedung PAUD pada program satu desa satu PAUD.

Tak hanya itu, program lainnya yang juga terus dibangun menurutnya adalah pada bidang keagamaan melalui pendidikan BTA bagi anak. Termasuk di bidang kesehatan, menurutnya Pemkab OKI terus berupaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan pembangunan poskesdes hingga ke pelosok desa, serta peningkatan status puskesmas menjadi rawat inap dan pembangun rumah sakit pratama.

Hak dasar lainnya yang telah dilakukan menurutnya adalah pemenuhan listrik, di mana, dalam empat tahun ini pemerintah telah berhasil mewujudkan mimpi masyarakat di kabupaten OKI yang belum menikmati aliran listrik. Serta bidang lainnya seperti pertanian. (yrl)